**Human Interest: Warga RW 001 Buakana Satukan Komitmen Pilah Sampah Sejak dari Rumah** Di RW 001 Buakana, warga telah melaksanakan komitmen pilah sampah sejak dari rumah. Mereka telah menggunakan sistem Teba, inovasi pengelolaan sampah organik berupa lubang menyerupai sumur dengan kedalaman sekitar 2 meter. Diperkuat dengan beton atau buis dan dilengkapi penutup, lubang ini berfungsi sebagai komposter untuk mengolah sisa makanan dan daun menjadi pupuk kompos. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian ini dimulai dengan Suherman, ketua RW 001, yang mengatakan bahwa mereka akan memperbanyak fasilitas pengolahan sampah organik di wilayah mereka. Saat ini, sudah tersedia dua Teba, dan Suherman ingin setiap wilayah RT memiliki Teba masing-masing. “Kita terus akan memperbanyak fasilitas pengolahan sampah organik di wilayah kita,” ucapnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Untuk sampah anorganik, warga diarahkan mengumpulkannya dan menyetorkannya ke bank sampah. Botol minuman, kaleng, kertas, kardus, pipa PVC, hingga aluminium termasuk sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Bank sampah di wilayah RW 001 telah beroperasi, dan Suherman mengatakan pihaknya kini tengah mendata warga yang ingin menjadi nasabah. Sistemnya, warga membawa sampah anorganik untuk ditimbang. Hasil penjualan sampah dicatat dan dikumpulkan hingga akhir bulan. Uang tersebut kemudian dapat digunakan untuk membayar iuran sampah, sedangkan kelebihannya dikembalikan kepada warga. “Jadi selain volume sampah berkurang, warga juga dapat uang dan tidak bayar lagi sampah. Sampahnya sendiri yang dipakai untuk membayar sampah,” ujarnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dalam sosialisasi, persoalan ketersediaan wadah pemilahan sempat disampaikan warga. Suherman mengatakan warga tidak harus membeli tempat sampah baru. Ember atau galon bekas pun dapat digunakan. “Yang penting ada wadahnya dan mau bergerak. Kalau tidak ada, bisa pakai ember atau galon bekas. Nanti dicat dan dibedakan warnanya,” katanya. Suherman juga berharap langkah-langkah ini dapat membuat warga semakin terbiasa memilah sampah dari rumah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Suherman mengungkapkan jajaran RT juga telah menyediakan rak untuk menampung sampah anorganik, terutama botol. Dengan sistem ini, warga dapat memisahkan sampah organik dan anorganik, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang. Suherman berharap langkah-langkah ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya untuk mengelola sampah dengan lebih efektif. “Sosialisasi dan menyiapkan fasilitas persampahan menjadi tugas kami, kami berkomitmen akan terus mengawal progam pemilahan ini di masyarakat,” ucapnya. Dengan demikian, RW 001 Buakana telah menjadi contoh yang patut diteladani dalam mengelola sampah. Dengan sistem Teba dan bank sampah, warga dapat memisahkan sampah organik dan anorganik, sehingga dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang. Langkah-langkah ini juga dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya untuk mengelola sampah dengan lebih efektif.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1845186/warga-rw-001-buakana-satukan-komitmen-pilah-sampah-sejak-dari-rumah, without altering the facts of the original article.