7 Juli 2026
Buaya Serang Warga di Tinambung, Polman Ternyata Mati Usai Warga Pasang Umpan Beracun

Buaya Serang Warga di Tinambung, Polman Ternyata Mati Usai Warga Pasang Umpan Beracun

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 05 Mei 2026 | Seekor buaya berukuran sekitar dua koma delapan meter yang sebelumnya menyerang warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, ditemukan mati mengapung di Sungai Mandar pada Senin, 4 Mei 2026. Penemuan bangkai tersebut memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat, mengingat buaya itu diduga menjadi penyebab serangkaian serangan yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.

Rangkaian Serangan yang Membuat Warga Cemas

Serangan pertama terjadi pada Kamis, 24 April 2026, sekitar pukul 19.00 WITA, ketika seorang pria berusia 50 tahun bernama Muhlis (dikenal pula sebagai Pute) sedang mandi di Sungai Mandar. Buaya tersebut menerkam dan menyebabkan korban tewas di lokasi. Tak lama setelah itu, tiga warga lain dilaporkan mengalami serangan serupa, meski tidak berujung pada kematian. Total empat warga terlibat, dengan satu korban jiwa.

Upaya Warga Menghadang Buaya dengan Umpan Beracun

Seorang warga setempat bernama Salman mengaku bahwa ia dan beberapa orang lainnya menyiapkan umpan beracun di tepi sungai sebagai upaya melumpuhkan buaya yang mengganggu aktivitas warga. “Saya pasang umpan yang diberi racun, itu yang dimakan,” ujarnya kepada wartawan. Salman menyatakan telah menyiapkan empat umpan, dan satu di antaranya berhasil dimakan oleh buaya.

Menurut keterangan Salman, buaya yang ditemukan mati adalah betina dewasa yang sebelumnya terlibat dalam penyerangan terhadap Muhlis. Ia menambahkan bahwa masih ada buaya lain di kawasan tersebut, termasuk anak buaya berukuran sekitar satu meter yang masih berkeliaran.

Penemuan Bangkai dan Penanganannya

Bangkai buaya pertama kali terlihat oleh warga yang sedang mencari kerikil di bantaran Sungai Mandar sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, seorang warga melaporkan bahwa ia hampir terjatuh ketika menemukan makhluk besar mengapung di air. Bangkai kemudian diangkat dan dibawa ke daratan untuk proses evakuasi.

Setelah dievakuasi, bangkai buaya dikubur dengan layak oleh warga yang merasa kasihan pada hewan tersebut, meski tetap menegaskan niat untuk melanjutkan perburuan buaya lain yang dianggap mengancam keselamatan masyarakat.

Reaksi Masyarakat dan Rencana Kedepan

Kejadian ini menambah ketegangan di antara penduduk yang telah lama merasakan kehadiran buaya di sungai tersebut. Selama beberapa bulan terakhir, laporan serangan buaya meningkat, membuat warga merasa tidak aman ketika beraktivitas di sungai, baik untuk mandi, memancing, maupun mengambil bahan baku seperti kerikil.

Salman menegaskan bahwa meskipun buaya yang mati telah dikubur, mereka tidak akan berhenti mencari cara untuk mengendalikan populasi buaya yang masih berkeliaran. “Kita masih akan melakukan perburuan karena masih ada temannya,” katanya.

Detail Tambahan dan Gambaran Buaya

  • Panjang buaya: 2,8 meter
  • Warna tubuh: kecoklatan dengan bercak hitam tidak beraturan
  • Ciri fisik: ekor dan punggung berbintik bergerigi
  • Lokasi penemuan: Sungai Mandar, Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung

Video pendek yang berhasil diabadikan wartawan memperlihatkan bangkai buaya menjadi tontonan bagi warga yang berkumpul di sekitar sungai. Meskipun ada rasa penasaran, situasi tetap menuntut tindakan cepat dari pihak berwenang untuk mencegah potensi serangan selanjutnya.

Dengan kematian buaya tersebut, harapan muncul bahwa tingkat ancaman dapat berkurang, namun kehadiran buaya lain, termasuk anak buaya, tetap menjadi tantangan bagi penduduk setempat. Upaya kolaboratif antara warga dan pihak berwenang diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan untuk mengelola konflik manusia‑satwa di wilayah Sungai Mandar.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *