**Fakta Mengejutkan: Dari Kuba sampai Vietnam, 10.000 Warga Negara Asing Tewas Bertempur untuk Rusia dalam Perang Ukraina** **Pembuka** Perang Ukraina yang terus berlanjut telah menyebabkan korban jiwa yang besar, tidak hanya bagi warga Ukraina sendiri, tetapi juga bagi warga negara asing yang bergabung dengan pasukan Rusia. Menurut investigasi BBC, sedikitnya 3.586 warga negara asing dari lebih dari 40 negara tewas saat bertempur untuk Rusia sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi menunjukkan bahwa korban tewas tersebut mencakup narapidana yang direkrut dari penjara-penjara di Rusia, para migran yang mengaku dipaksa atau ditipu untuk bergabung, sukarelawan yang tergiur gaji tinggi, serta pasukan reguler Korea Utara yang dikirim berdasarkan kesepakatan antara Moskow dan Pyongyang. BBC Rusia dan media independen Mediazona melacak korban tewas yang telah terverifikasi di pihak Rusia dengan menggunakan informasi sumber terbuka, seperti pengumuman resmi, unggahan di media sosial yang memuat pesan dan foto makam, serta dokumentasi acara peringatan terkait perang. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Salah satu nama dalam daftar tersebut adalah Edson Kamwesigye, warga Uganda. Menurut keluarganya, Edson percaya bahwa dia berangkat ke Rusia untuk bekerja sebagai petugas keamanan. Istrinya, Carolina Mukuza, mengatakan bahwa pria Uganda berusia 45 tahun itu pernah bekerja sebagai petugas keamanan di Irak dan Afghanistan pada dekade 2000-an. Namun, menurut sang istri, Edson tidak pernah terlibat dalam pertempuran secara langsung. Setelah pekerjaan sebagai petugas keamanan di luar negeri tidak lagi tersedia, dia kembali ke Uganda dan bekerja sebagai sopir taksi dan mencoba bertani. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Jumlah total warga negara asing yang bertempur di pihak Rusia, termasuk mereka yang masih hidup, diperkirakan beberapa kali lebih besar daripada angka yang telah terverifikasi. Seorang pejabat senior NATO mengatakan bahwa sekitar 24.000 tentara bayaran asing dari 44 negara diperkirakan bertempur di barisan pasukan Rusia. Menurut pejabat tersebut, sebagian besar berasal dari negara-negara Afrika. “Kemungkinan ada ratusan warga Afrika yang menandatangani kontrak. Sebagian bergabung secara sukarela, sementara yang lain dipaksa,” katanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Daftar yang disusun BBC tidak mencakup penduduk dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, yaitu Krimea, Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia, yang bertempur di pihak Rusia dan dicatat secara terpisah. Karena itu, korban dari wilayah-wilayah tersebut tidak tercermin dalam rangkuman ini. Namun, daftar tersebut mencakup 25 warga Ukraina yang tewas saat bertempur untuk Rusia. Hingga kini, istrinya masih berupaya membawa jenazah Kamwesigye pulang ke Uganda. Media-media lokal melaporkan, otoritas Uganda menolak mengoordinasikan proses pemulangan jenazah tersebut. Menurut laporan media Uganda, sedikitnya dua warga Uganda lainnya juga tewas saat bertempur untuk Rusia hingga Juni 2026.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c7vge7mgm2vo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.