27 Juli 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Febrie Adriansyah mohon maaf kepada Presiden dan Jaksa Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka. Apakah permintaannya cukup untuk mengakhiri kontroversi yang melibatkan dirinya?

**Kejagung Siap Geledah Rumah Febrie Adriansyah Setelah Permintaan Maaf** **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Febrie Adriansyah, seorang mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang juga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), telah menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Dalam pertemuan dengan wartawan, Minggu (26/7/2026), Febrie mengatakan bahwa ia siap mempertanggungjawabkan semua hal terkait dirinya yang memicu kegaduhan belakangan ini. **Momen Penentu di Menit Akhir** Febrie menyatakan bahwa ia merasa dikriminalisasi atau dizalimi setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik. Ia menilai alat bukti yang diajukan jaksa pemeriksa masih perlu didalami dan dikonfirmasi sehingga belum cukup untuk dilakukan penahanan. Selain itu, kata dia, penyidik seharusnya melakukan eskpos berulang kali sebelum menetapkannya sebagai tersangka. “Tetapi ini sudah menjadi keputusan pimpinan, saya siap menghadapinya dan saya merasa memang ini kriminalisasi,” ujarnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah rumah pribadi Febrie setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai penggeledahan perlu segera dilakukan untuk kepentingan pembuktian dalam proses penyidikan yang tengah berjalan. Dengan demikian, kejadian ini dapat menjadi momentum bagi pihak berwajib untuk mengambil tindakan yang tepat dalam mengatasi korupsi dan tindak pidana pencucian uang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat ini, Febrie masih berada di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU. Tiga kasus yang menjerat Febrie, yakni dugaan korupsi PT Asabri, korupsi penyelesaian utang anak usaha PT Krakatau Steel, dan korupsi pasokan batu bara ke PLTU. Dengan permintaan maaf yang disampaikan oleh Febrie, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan kasus ini dan membawa keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, kejagung siap menggeledah rumah Febrie setelah permintaan maaf yang disampaikannya. Namun, perlu diingat bahwa kasus ini masih dalam proses penyidikan dan belum ada keputusan final. Dengan demikian, perlu adanya kerja sama dan transparansi dari semua pihak untuk menyelesaikan kasus ini dengan adil dan bijak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/news/1804832/permintaan-maaf-febrie-adriansyah-pada-presiden-prabowo-kejagung-didesak-geledah-rumah-febrie, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *