**Warga Minahasa Mengucapkan Syukur dengan Menerima Tamu dari Pagi Hingga Siang** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kota Manado, Sulawesi Utara. Masyarakat Minahasa menikmati momen pengucapan syukur, yang merupakan acara penting bagi mereka. Mereka menerima tamu dari pagi hingga siang, dengan berbagai makanan yang disediakan untuk menyambut tamu. Nikens Mamahi, warga Desa Talikuran, Kecamatan Remboken, membagikan pengalaman mereka tentang momen penting ini. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Bahkan ada yang menerima tamu hingga pagi hari. “Selagi masih ada tamu kami tetap terima, bahkan pernah sampai pagi, itu tradisi di sini dari dulu,” kata Nikens Mamahi. Terpenting menurutnya keamanan tetap terjaga. Banyak jenis makanan yang disediakan di atas meja untuk menyambut tamu, agar banyak pilihannya. Dodol dan nasi jaha tak pernah absen di atas meja makan, bahkan bisa dijadikan bungkusan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Momen pengucapan syukur ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Minahasa. Menurut Nikens Mamahi, “Pengucapan syukur ini karena berkat dari Tuhan dalam pekerjaan kami.” Ia juga menyatakan bahwa momen ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan keluarga, sehingga ia mengeluarkan anggaran hingga Rp 10 juta untuk menghadirkan keluarga. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pengucapan syukur ini bukan hanya acara yang menyenangkan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mengucapkan syukur atas berkat yang telah diberikan. Masyarakat Minahasa harus terus berusaha untuk menjaga tradisi dan kebiasaan yang telah ada, sehingga momen pengucapan syukur tetap menjadi momen penting bagi mereka. Dengan demikian, mereka dapat terus menghargai dan mengucapkan syukur atas berkat yang telah diberikan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://manado.tribunnews.com/minahasa/1885820/pengucapan-syukur-di-minahasa-ada-warga-terima-tamu-hingga-pagi-hari, without altering the facts of the original article.