4 Juni 2026

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 05 Mei 2026 | Video yang diunggah di akun TikTok @denise.chariesta pada 4 Mei 2026 menjadi perbincangan hangat setelah memperlihatkan anaknya, Jaden Bowen Yap, menggigit teman bermain, Briella Claire Humphries, di sebuah playground mall. Insiden tersebut memicu tawa, keheranan, bahkan kekhawatiran di kalangan netizen yang menilai cara orang tua menegur masih terlalu lunak.

Dalam klip berdurasi singkat, Jaden dan Briella tampak antusias meluncur di perosotan bersama. Tiba‑tiba Jaden mendekat dan menggigit bagian samping wajah Briella, membuatnya menangis keras. Denise Chariesta serta ibu Briella, Niken Havana, segera menghampiri, mengucapkan “no no” kepada Jaden sambil memastikan kondisi Briella tidak parah. Reaksi Denise yang hanya mengatakan “no no” tanpa meminta permintaan maaf menjadi titik fokus kritik.

🔖 Baca juga:
Skandal Kecelakaan, Krisis Rumah Sakit, dan Rencana Penjara di WA: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Reaksi Netizen dan Analisis Sosial

Beragam komentar mengalir di kolom komentar video tersebut. Beberapa pengguna menilai sikap Denise terlalu lembut, seperti @Itzzme.beautiful yang menulis, “minimal diajarin minta maaf, bukan no no saja.” Sementara lainnya mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua saat anak berinteraksi di tempat umum.

  • @Urmoongirls: “Mami Niken kenapa ngebiarin mereka main bareng, kasihan Briella.”
  • @U_._49: “Diajarin minta maaf kek, malah no no ya hadeh.”

Komunitas parenting pun masuk memberi masukan, menekankan pentingnya mengajarkan batasan sosial sejak dini.

Pandangan Pakar tentang Kebiasaan Menggigit

Menurut Aubyn Stahmer, Ph.D., seorang psikolog klinis di Children’s Hospital, San Diego, menggigit merupakan perilaku komunikatif yang umum pada anak usia 1‑3 tahun. Pada fase ini, anak belum sepenuhnya menguasai bahasa verbal, sehingga mereka mengekspresikan frustrasi, rasa ingin memiliki, atau sekadar mencari sensasi melalui gigitan.

Stahmer menambahkan, “Jika tidak ditangani dengan tepat, kebiasaan ini dapat berlanjut dan berpotensi menjadi masalah perilaku di kemudian hari. Orang tua harus mengawasi, memberi penjelasan, dan mengajarkan cara mengungkapkan emosi secara verbal.”

🔖 Baca juga:
Persib Bandung Siap Gempur Gelar Juara, Bojan Hodak Percaya Bisa Tembus Borneo FC yang Ketat

Tips Praktis Bagi Orang Tua

Berikut langkah‑langkah yang disarankan pakar dalam menangani anak yang menggigit:

  1. Beri respons yang konsisten: gunakan kalimat singkat seperti “Tidak boleh menggigit” dan ulangi setiap kali perilaku terjadi.
  2. Ajak anak mengidentifikasi perasaan: “Kamu merasa marah? Ayo bilang dengan kata-kata, bukan menggigit.”
  3. Berikan contoh alternatif: tawarkan mainan yang dapat digigit seperti teether atau makanan ringan.
  4. Berikan pujian saat anak menggunakan kata-kata alih-alih gigitan.
  5. Jika gigitan terjadi, segera periksa luka, bersihkan, dan beri pelukan untuk menenangkan.

Selain itu, penting bagi orang tua untuk memantau interaksi anak dengan teman sebaya, terutama di tempat umum seperti playground, taman bermain, atau pusat perbelanjaan. Pengawasan aktif dapat mencegah insiden serupa.

Kasus Jaden dan Briella juga menggarisbawahi perlunya komunikasi antara orang tua anak yang bermain bersama. Menetapkan aturan dasar sebelum anak mulai bermain dapat meminimalisir konflik.

Dengan pendekatan yang tepat, gigitan dapat diubah menjadi kesempatan edukatif yang membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosionalnya.

🔖 Baca juga:
Mierza Firjatullah Kirim Pesan Haru: Meski Dicoret, Dukungan Tetap Menggelora Timnas U-17 di Piala Asia

Insiden ini menjadi pengingat bahwa perilaku agresif ringan pada anak masih wajar, namun respons orang tua menjadi faktor penentu apakah kebiasaan tersebut akan berkurang atau malah mengakar.

Views: 20

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *