28 Juli 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Abun Perantau Garut Boyong Pernak-pernik Merah Putih ke Barru untuk Sesuap Nasi. Apakah Abun masih menjual pernak-pernik dengan harga murah di Barru?

Gelapnya sore di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, tidak berhasil menenangkan Abun (69), pedagang asal Garut, Jawa Barat. Ia tetap setia menanti pembeli di trotoar, tepat di depan Masjid Agung Nurul Iman. Abun, yang memiliki 10 orang cucu dan 5 orang anak, telah mencatatkan jejak kakinya di Sulawesi Selatan sejak tahun 1995.

### Momen Penentu di Menit Akhir Abun awalnya mengadu nasib di Kabupaten Pangkep sebagai tukang pasang plafon. Bahkan, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi ini juga menekuni usaha kerajinan ayunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun menjelang bulan Agustus, Abun rutin beralih profesi menjadi penjual pernak-pernik Merah Putih. Dari tempat tinggalnya di Pangkep, ia rela bertolak ke Kabupaten Barru demi mengais rezeki tahunan. “Tiap tahun memang jualan bendera. Tahun lalu saya jualan di Polman (Polewali Mandar),” kata Abun santai sembari menikmati rokok Bosse Bold miliknya. Abun mendapatkan pernak pernik merah putih bosnya. “Ada lima karung pernak pernik yang saya bawa,” ujarnya. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Selama menjajakan dagangannya di Barru, pria tamatan Sekolah Dasar (SD) ini memilih menyewa kamar kost sederhana di kawasan belakang Pasar Lama Barru sebagai tempat beristirahat dan menyimpan stok bendera. Di lapak pinggir jalannya, Abun menyediakan beragam jenis pernak-pernik kemerdekaan dengan harga bervariasi. Ada Bendera Background dengan berbagai bentuk seperti background garuda, background pita, background lidah, background karet Bendera background dijual dengan harga tertinggi Rp450 ribu dengan ukuran terpanjang 12 Meter. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Dengan membawa pernak-pernik Merah Putih, Abun berharap dapat memberikan kontribusi pada kebangkitan semangat kemerdekaan di daerahnya. Ia juga berharap dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk merayakan hari kemerdekaan dengan lebih meriah. Selain itu, Abun juga berharap dapat meningkatkan pendapatan keluarganya dengan menjual pernak-pernik tersebut. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Abun telah mencatatkan sejarah panjang sebagai pedagang pernak-pernik Merah Putih. Dari awalnya sebagai tukang pasang plafon hingga menjadi penjual pernak-pernik, Abun telah menunjukkan kegigihannya dalam mencari rezeki. Dengan membawa pernak-pernik Merah Putih, Abun berharap dapat melanjutkan perjalanan panjangnya sebagai pedagang dan memberikan kontribusi pada kebangkitan semangat kemerdekaan di daerahnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/barru/1845468/perjuangan-abun-perantau-asal-garut-boyong-pernak-pernik-merah-putih-ke-barru-demi-sesuap-nasi, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *