Ketua RW 004 Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Tanti telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah sejak 2018. Ia tidak hanya menunggu warga datang membawa sampah, tetapi juga menjemput mereka jika mereka kesulitan mengangkutnya.
Momen Penentu di Menit Akhir
Saat ini, sekitar 100 nasabah tercatat di bank sampah yang dikelolanya. Mayoritas berasal dari wilayah RW 004 yang terdiri atas enam RT dengan sekitar 600 KK. Namun, warga dari RW lain dan beberapa sekolah juga datang untuk menimbang sampah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah, termasuk botol plastik, gelas air minum, buku, kertas, kardus, dan berbagai jenis sampah lainnya.
Tanti juga mendorong pengurus lingkungan lain untuk membangun bank sampah. Ia memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang ingin mengelola sampah di wilayah masing-masing. Aktivitas Tanti dalam menjaga lingkungan juga berlanjut di luar kegiatan bank sampah.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Salah satu fakta yang menarik adalah Tanti telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah sejak 2018. Ia juga telah mengumpulkan sekitar 654 kilogram sampah dalam satu penimbangan. Selain itu, Tanti juga telah mengelola poskamling yang menjadi tempat berkumpul anak muda sekaligus ruang silaturahmi warga.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pengelolaan sampah oleh Tanti tidak hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menawarkan nilai ekonomi yang dapat dirasakan warga. “Banyak sekali nilai ekonominya itu sampah, itu yang selalu saya tekankan kepada warga selama ini,” ujar Tanti. Dengan demikian, Tanti berharap bahwa kegiatan pengelolaan sampah dapat menjadi contoh bagi pengurus lingkungan lainnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Tanti juga telah bekerja sebagai pengawas drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Ia bertugas memantau pekerjaan pembersihan saluran di sejumlah jalan utama di Kota Makassar. Dengan demikian, Tanti berharap bahwa kegiatan pengelolaan sampah dan pembersihan saluran dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut Tanti, pengabdian dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. “Fokus dalam hal kecil ji, tidak membandingkan diri dengan orang lain. Setiap proses itu butuh waktu. Semangat mulai dari hal kecil tanpa harus menunggu sempurna. Menikmati setiap proses, jangan terburu-buru menyerah,” tuturnya.
Dengan demikian, Tanti berharap bahwa kegiatan pengelolaan sampah dan pembersihan saluran dapat menjadi contoh bagi pengurus lingkungan lainnya dan membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Sekarang, Tanti telah menyelesaikan pekerjaannya sebagai pengawas drainase dan kembali ke lingkungan untuk menjalankan berbagai kegiatan. Ia menghadiri rapat, mendampingi warga, menggalakkan kegiatan kebersihan, serta berkoordinasi dengan para ketua RT. Ia juga turut mengurus kebun urban farming PKK yang ditanami kangkung, tomat, dan berbagai tanaman lainnya.
Tanti tidak pernah berhenti menjaga lingkungan, bahkan sampai larut malam. Ia mengaku sering baru tidur sekitar pukul 03.00 Wita. “Sampai anak ku saja biasa susah kutemui,” katanya.
Tanti telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah sejak 2018 dan telah mengumpulkan sekitar 654 kilogram sampah dalam satu penimbangan. Ia juga telah mengelola poskamling yang menjadi tempat berkumpul anak muda sekaligus ruang silaturahmi warga. Dengan demikian, Tanti berharap bahwa kegiatan pengelolaan sampah dapat menjadi contoh bagi pengurus lingkungan lainnya dan membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan prinsip sederhana, Tanti menjalankan kegiatan pengelolaan sampah dan pembersihan saluran. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga. “Fokus dalam hal kecil ji, tidak membandingkan diri dengan orang lain. Setiap proses itu butuh waktu. Semangat mulai dari hal kecil tanpa harus menunggu sempurna. Menikmati setiap proses, jangan terburu-buru menyerah,” tuturnya.
Tanti adalah contoh bagi pengurus lingkungan lainnya yang berusaha menjaga kebersihan lingkungan. Ia telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah sejak 2018 dan telah mengumpulkan sekitar 654 kilogram sampah dalam satu penimbangan. Ia juga telah mengelola poskamling yang menjadi tempat berkumpul anak muda sekaligus ruang silaturahmi warga. Dengan demikian, Tanti berharap bahwa kegiatan pengelolaan sampah dapat menjadi contoh bagi pengurus lingkungan lainnya dan membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Tanti telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah dan pembersihan saluran dengan prinsip sederhana. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga. “Fokus dalam hal kecil ji, tidak membandingkan diri dengan orang lain. Setiap proses itu butuh waktu. Semangat mulai dari hal kecil tanpa harus menunggu sempurna. Menikmati setiap proses, jangan terburu-buru menyerah,” tuturnya.
Tanti adalah contoh bagi pengurus lingkungan lainnya yang berusaha menjaga kebersihan lingkungan. Ia telah menjalankan kegiatan pengelolaan sampah sejak 2018 dan telah mengumpulkan sekitar 654 kilogram sampah dalam satu penimbangan. Ia juga telah mengelola poskamling yang menjadi tempat berkumpul anak muda sekaligus ruang silaturahmi warga. Dengan demikian, Tanti berharap bahwa kegiatan pengelolaan sampah dapat menjadi contoh bagi pengurus lingkungan lainnya dan membantu menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1845591/pengabdian-ketua-rw-004-tamamaung-makassar-jaga-lingkungan-dari-pagi-hingga-larut-malam, without altering the facts of the original article.