**Kemarau Mengancam Ketersediaan Air, Sumur Warga Banjarbaru dan Tanahlaut Mulai Kering** **Momen Penentu di Menit Akhir** Puluhan warga di Banjarbaru dan Tanahlaut mulai menghadapi krisis air bersih karena kemarau yang belum berakhir. Muhammad Aprilian, salah satu warga Banjarbaru, mengatakan bahwa sumur galian miliknya sudah sangat surut dan hampir kering. Sumur tersebut digunakan untuk mandi dan mencuci sehari-hari, dan jika hujan tidak turun dalam beberapa hari ke depan, sumur kecil itu dipastikan akan kering. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Di Desa Damit Hulu, Kecamatan Batu Ampar, Tanahlaut, sebagian warga mulai pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Hal itu setidaknya dirasakan puluhan keluarga di RT 8 dan RT 9 Damit Hulu. Mereka kesulitan mendapatkan air setelah sumur-sumur gali yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mulai mengering. Kepala Desa Damit Hulu, Edy Suhendra, mengatakan bahwa kedua wilayah tersebut memang menjadi titik paling rawan saat musim kemarau karena belum memiliki sumur bor yang berfungsi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Akibatnya, sekitar 60 kepala keluarga atau kurang lebih 150 jiwa di dua RT tersebut terpaksa mencari sumber air lain. Untuk mandi dan mencuci, warga kini berjalan sekitar 200 meter menuju sungai. Namun, harapan itu pun mulai menipis karena debit air sungai terus menyusut seiring kemarau yang belum berakhir. Warga sekarang harus menghemat penggunaan air, bahkan untuk kebutuhan minum dan memasak. Mereka tidak lagi mengandalkan sumur maupun sungai, melainkan membeli air bersih dari warga yang menjual air menggunakan mobil tandon. Harga satu tandon berkapasitas sekitar 1.200 liter mencapai Rp 75 ribu, sehingga menjadi pengeluaran tambahan yang harus ditanggung masyarakat di tengah musim kemarau. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Musim kemarau yang belum berakhir membuat warga Banjarbaru dan Tanahlaut terus menghadapi krisis air bersih. Sementara pemerintah desa dan pihak lainnya harus segera menemukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, warga akan terus menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1370046/akibat-kemarau-sumur-warga-banjarbaru-dan-tanahlaut-mulai-kering, without altering the facts of the original article.