Kemarau Mengancam Ribuan Hektare Sawah di Tanahlaut
Ribuan hektare sawah di Tanahlaut terancam gagal panen akibat kemarau yang sedang melanda. Menurut data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut, hingga 22 Juli lalu tercatat luas tanaman padi yang ada mencapai 3.440,25 hektare. Dari jumlah tersebut, 2.452,75 hektare telah terdampak kekeringan, 2.490,75 hektare berpotensi terdampak, sementara 147 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan dan risiko gagal panen.
Apakah yang Terjadi?
Ribuan hektare tanaman padi di Tanahlaut terdampak kemarau yang sedang melanda. Menurut data Distanhorbun, hingga 22 Juli lalu tercatat 2.452,75 hektare tanaman padi telah terdampak kekeringan, 2.490,75 hektare berpotensi terdampak, sementara 147 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan dan risiko gagal panen. Ribuan hektare tanaman padi di Tanahlaut terdampak kemarau yang sedang melanda. Menurut data Distanhorbun, hingga 22 Juli lalu tercatat 2.452,75 hektare tanaman padi telah terdampak kekeringan, 2.490,75 hektare berpotensi terdampak, sementara 147 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan dan risiko gagal panen. Ribuan hektare tanaman padi di Tanahlaut terdampak kemarau yang sedang melanda. Menurut data Distanhorbun, hingga 22 Juli lalu tercatat 2.452,75 hektare tanaman padi telah terdampak kekeringan, 2.490,75 hektare berpotensi terdampak, sementara 147 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan dan risiko gagal panen. Ribuan hektare tanaman padi di Tanahlaut terdampak kemarau yang sedang melanda. Menurut data Distanhorbun, hingga 22 Juli lalu tercatat 2.452,75 hektare tanaman padi telah terdampak kekeringan, 2.490,75 hektare berpotensi terdampak, sementara 147 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan dan risiko gagal panen.
Mengapa & Dampak
Petani yang menanam tanaman padi berumur panjang atau “padi tahun” terutama terdampak kondisi ini. Sementara itu, petani yang menanam varietas unggul lokal seperti Siam Raza dan Siam Lani telah berhasil memanen hasil tanamannya sebelum kemarau mencapai puncaknya. Varietas unggul lokal ini memiliki umur tanam yang lebih singkat, sehingga mereka relatif lebih aman dari dampak kekeringan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan dan risiko gagal panen. Oleh karena itu, Distanhorbun akan terus mendorong penggunaan varietas padi berumur lebih pendek yakni padi unggul lokal. Mereka akan terus mengedukasi dan mendorong petani agar mulai membudidayakan varietas unggul lokal seperti Siam Raza maupun Siam Lani. Dengan demikian, risiko terdampak kemarau dapat ditekan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kondisi ini merupakan pelajaran penting bagi petani dalam menentukan pola tanam pada musim berikutnya. Dengan demikian, petani dapat mengantisipasi dan mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim. Distanhorbun akan terus bekerja sama dengan petani untuk mengembangkan varietas padi yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1370195/kemarau-ancam-ribuan-hektare-sawah-di-tanahlaut-petani-didorong-beralih-ke-varietas-unggul-lokal, without altering the facts of the original article.