**Dapur Kosong, Stunting Tertinggi di Mamberamo Raya Papua Makan Ikan atau Ayam Sangat Jarang** Kementerian Kesehatan mengidentifikasi Papua sebagai salah satu provinsi dengan angka stunting tinggi dan gizi buruk akut. Namun, hanya 1% dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) beroperasi di sana. Di antara 10 provinsi dengan angka stunting terburuk, Papua menempati peringkat pertama. Sementara itu, Jawaâwilayah dengan angka stunting terendahâjumlah dapurnya mencapai 53%. **Momen Penentu di Menit Akhir** BBC News Indonesia mendatangi satu kampung di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang mendapat tiga predikat dari pemerintah: termiskin, terpencil, dan memiliki angka stunting tertinggi. Di kampung ini, anak-anak bertubuh kurus dan perut buncit, ibu-ibu melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan, dan hanya sedikit balita yang dapat imunisasi. Mengapa tak ada MBG di wilayah yang paling membutuhkan? **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** BBC News Indonesia mengunjungi Kampung Anggreso, salah satu kampung di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Di kampung ini, anak-anak bertubuh kurus dan perut buncit, ibu-ibu melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan, dan hanya sedikit balita yang dapat imunisasi. Berikut adalah beberapa fakta yang menunjukkan tingkat kekurangan gizi di kampung ini: * Di kampung ini, anak-anak Bertubuh kurus dan perut buncit, ibu-ibu melahirkan tanpa bantuan tenaga kesehatan, dan hanya sedikit balita yang dapat imunisasi. * Warga kampung Anggreso tidak tahu kapan anak mereka lahir, bahkan tidak tahu usia orang tua anak-anak ini. * Setiap ibu hamil yang mau melahirkan dibuatkan “rumah persalinan” di samping tempat tinggal mereka, dan mereka melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain atau bidan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa tidak ada MBG di wilayah yang paling membutuhkan? Menurut perawat Grace M Weya, warga kampung Anggreso tidak memiliki akses yang mudah ke sumber makanan bergizi. Mereka lebih suka makan ikan atau ayam, yang kurang bergizi dibandingkan dengan makanan lain. Selain itu, kampung ini juga terpencil dan sulit dijangkau, sehingga akses ke layanan kesehatan juga terbatas. “Di rumah ini ada anak kecil yang lumpuh,” kata Grace sembari melirik ke bangunan yang persis bersebelahan dengan pondok. Betul saja, seorang nenek menggendong cucu laki-lakinya, Petra Merne. Bocah itu dibaringkan dengan hati-hati di atas meja kayu. Grace lalu mengecek fisik anak tersebut, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk mengatasi masalah kekurangan gizi di Papua, pemerintah perlu meningkatkan akses warga ke sumber makanan bergizi. Selain itu, perlu juga meningkatkan akses ke layanan kesehatan di daerah terpencil. Dengan demikian, warga Papua dapat memiliki akses yang lebih mudah ke sumber makanan bergizi dan layanan kesehatan yang lebih baik. Kementerian Kesehatan perlu juga meningkatkan akses warga ke sumber makanan bergizi. Selain itu, perlu juga meningkatkan akses ke layanan kesehatan di daerah terpencil. Dengan demikian, warga Papua dapat memiliki akses yang lebih mudah ke sumber makanan bergizi dan layanan kesehatan yang lebih baik. Dengan meningkatkan akses warga ke sumber makanan bergizi dan layanan kesehatan, pemerintah dapat membantu mengatasi masalah kekurangan gizi di Papua dan meningkatkan kesehatan warga.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62qkwp1eq9o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.