Berita Hari Ini โ 05 Mei 2026 | PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melangkah ke fase baru setelah akuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group. Dengan kepemilikan baru 45,45% saham, perusahaan menargetkan peralihan model bisnis dan pencapaian laba bersih sebesar Rp10,36 miliar pada tahun 2026.
Target Keuangan 2026
Dalam laporan tahunan yang dirilis pada April 2026, GPSO mengungkapkan proyeksi pendapatan mencapai Rp92,47 miliar, naik hampir 1.584 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang hanya Rp5,49 miliar. Peningkatan pendapatan ini diharapkan menghasilkan laba bersih Rp10,36 miliar, berbalik dari kerugian Rp3,18 miliar pada tahun sebelumnya.
Strategi Transformasi Bisnis
Transformasi dimulai sejak 16 Oktober 2025, saat PT PIMSF Pulogadung menyelesaikan akuisisi saham utama GPSO. Manajemen menyiapkan perubahan struktural dengan mengalihkan fokus usaha dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen mekanikal dan permesinan terpadu. Rencana diversifikasi meliputi tiga pilar utama:
- Pengembangan komponen sepeda motor melalui akuisisi aset pabrik besi tuang (ferroโcasting) milik PT Jakarta Indah Casting di Bekasi.
- Ekspansi ke sektor properti dengan investasi lahan seluas 15.400โฏmยฒ di wilayah Bekasi.
- Peningkatan perdagangan mesin industri serta layanan survei geospasial yang terintegrasi dalam ekosistem โoneโstop solution for mechanicalโ.
Langkah ini sejalan dengan visi Tjokro Group untuk menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir, menyediakan solusi mekanikal menyeluruh bagi industri konstruksi, pertambangan, dan energi.
Prospek Pasar dan Faktor Pendorong
Manajemen GPSO menilai prospek bisnis tetap positif, didukung oleh pemulihan ekonomi nasional dan pertumbuhan investasi infrastruktur. Secara global, transisi energi dan pembangunan infrastruktur memperbesar permintaan layanan geospasial, survei, serta komponen mekanikal. Di dalam negeri, Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalan tol, bendungan, kawasan industri, serta proyek energi dan pertambangan menjadi sumber peluang utama bagi GPSO.
Selain itu, digitalisasi di sektor konstruksi dan pertambangan menuntut efisiensi dan akurasi data, yang menjadi keunggulan kompetitif GPSO berkat teknologi pemetaan dan survei berbasis geospasial.
Rencana Pendanaan
Untuk mendukung akuisisi aset dan ekspansi, GPSO mempertimbangkan rights issue sebagai sumber pendanaan eksternal awal. Pendanaan ini diharapkan menutupi kebutuhan modal kerja serta investasi pabrik baru, dengan estimasi total kebutuhan mencapai sekitar Rp700 miliar.
Dengan kombinasi strategi diversifikasi, optimalisasi operasional, dan dukungan finansial dari pemegang saham baru, GPSO optimistis dapat mencapai target keuangan yang ambisius serta mencatatkan laba pada 2026.
Keberhasilan transformasi ini akan menjadi indikator penting bagi pasar modal Indonesia, mengingat GPSO merupakan salah satu emiten yang tengah beralih dari profil tradisional ke model industri manufaktur terintegrasi.