Berita Hari Ini – 06 Mei 2026 | Chico Aura Dwi Wardoyo, yang dulu dikenal sebagai pemain tunggal putra pelapis di Tim Nasional PBSI, kini menapaki babak baru sebagai anggota Angkatan Laut Republik Indonesia (TNI AL). Sejak Maret 2026, ia ditempatkan di Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal), sekaligus tetap aktif berkompetisi dalam turnamen bulu tangkis tingkat nasional.
Langkah Berani ke Dunia Militer
Keputusan Chico bergabung dengan TNI AL muncul setelah ia mengakhiri kontrak dengan Pelatnas PBSI pada tahun lalu. Meskipun mengadopsi seragam Kodiklatal, ia tidak sepenuhnya meninggalkan dunia badminton; ia tetap terdaftar sebagai anggota PB Exist Badminton Club. Keberadaannya di Kodiklatal memberi peluang baru, termasuk program latihan yang difokuskan pada pengembangan disiplin militer sekaligus olahraga.
Debut Rangkap di Sirnas A Jawa Tengah 2026
Pada awal Mei 2026, Chico kembali menorehkan jejaknya di Sirnas A Jawa Tengah yang diselenggarakan di GOR Djarum, Kudus. Ia menurunkan diri di dua kategori sekaligus: tunggal putra dan ganda campuran. Pasangannya di ganda campuran adalah Sersan Dua Rachel Ayu Purwanti Janis, seorang anggota Angkatan Laut yang juga berlatih bulu tangkis secara intensif.
Menurut Chico, ini adalah pengalaman pertamanya bermain rangkap di nomor ganda campuran pada ajang resmi. “Ide ini muncul dari pelatih kami di Kodiklatal yang mencoba memasangkan kami untuk main mixed,” ujarnya kepada Djarum Badminton. Ia menambahkan bahwa proses adaptasi bersama Rachel masih berlangsung, namun kesempatan ini memberi nilai tambah bagi keduanya dalam mengasah taktik dan koordinasi di lapangan.
Hasil Pertandingan dan Analisis
Dalam debutnya, pasangan Chico/Rachel harus mengakui keunggulan pasangan “gado‑gado” Muhammad Rakha Izaz/Sarah Daisy Theresia Christina Rambitan dari Jakarta dengan skor 17‑21, 17‑21. Chico mengaku merasa kagok pada awal laga karena belum pernah bersaing di kategori ganda campuran pada turnamen resmi sebelumnya. Namun, ia menilai pengalaman ini sebagai modal penting untuk perbaikan ke depan.
Di nomor tunggal putra, Chico tampil dengan gaya bermain agresif yang sudah menjadi ciri khasnya sejak masa pelatnas. Meski belum meraih gelar juara di Sirnas kali ini, penampilannya tetap menunjukkan potensi besar untuk kembali bersaing di level internasional, terutama mengingat usianya yang masih 27 tahun.
Reaksi dan Harapan
Pengamat bulu tangkis menilai langkah Chico bergabung dengan TNI AL sebagai contoh sinergi antara dunia militer dan olahraga. “Kehadiran atlet berprestasi di militer tidak hanya memperkuat citra institusi, tapi juga memberi dukungan moral bagi atlet untuk tetap kompetitif,” kata seorang analis PBSI yang tidak ingin disebutkan namanya.
Para pelatih di Kodiklatal juga menyatakan optimisme tinggi. Mereka berharap kombinasi disiplin militer dan keahlian teknis bulu tangkis dapat menghasilkan generasi atlet yang lebih tangguh secara mental maupun fisik.
Secara keseluruhan, kehadiran Chico Aura di Sirnas 2026 tidak hanya menambah warna kompetisi, tetapi juga menandai babak baru dalam kariernya—sebuah kisah transisi yang menginspirasi banyak atlet muda Indonesia.