5 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Jakarta menghasilkan 9.000 ton sampah, tetapi ada pasar tradisional yang bisa menjadi senjata kurangi sampah plastik. Apa rahasia di baliknya?

Sebagai Ibu Kota, Jakarta menghasilkan jumlah sampah yang sangat besar, mencapai 9.000 ton per hari. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengelola sampah dengan efektif. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penggunaan teknologi Waste to Energy (WtE), namun bukanlah satu-satunya jawaban.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pemerintah menilai teknologi WtE memang menjadi salah satu solusi penting, namun tidak dapat berdiri sendiri untuk menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta. Pandangan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Laksmi Widjajayanti saat talkshow yang diselenggarakan Presidium Pemuda Indonesia (PPI) di Gedung KNPI DKI Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2026). Menurut Laksmi, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari strategi nasional pengelolaan sampah. Meski demikian, kapasitas teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat menjadi satu-satunya jawaban terhadap persoalan sampah yang terus meningkat. “Lima belas tahun yang lalu, 2011, pemerintah menetapkan untuk mengurangi sampah sebanyak 30%. Pada tahun 2014, target ditetapkan untuk mengurangi sampah sebanyak 15%, namun tidak tercapai. Pada tahun 2017, pemerintah mengeluarkan peraturan untuk mewajibkan masyarakat untuk mengurangi sampah sebanyak 30%,” kata Laksmi. Laksmi menjelaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas pengolahan modern. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor yang sama pentingnya agar sistem pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan. “Tiga puluh persen sampah di Jakarta masih berasal dari sumber yang tidak diketahui. Oleh karena itu, upaya pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya,” kata Laksmi.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Analisis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Erma Putri, mengatakan persoalan sampah plastik kini telah berkembang menjadi ancaman serius, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan manusia akibat pencemaran mikroplastik. “Ketika kita berbicara tentang plastik, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang polusi yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang,” ujarnya. Erma mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus mendorong masyarakat, kawasan permukiman, perkantoran, hingga pelaku usaha untuk menerapkan pemilahan sampah ke dalam empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber sebelum memasuki tahap pengolahan di hilir.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan, dalam kesempatan terpisah, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi salah satu motor penggerak Gerakan Jakarta Tanpa Plastik Sekali Pakai melalui berbagai program yang dijalankan di pasar-pasar rakyat. Agus mengatakan Perumda Pasar Jaya akan terus mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai serta mendorong masyarakat menggunakan tas belanja ramah lingkungan yang dapat dipakai berulang kali.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam kesimpulan, persoalan sampah di Jakarta masih sangat kompleks dan memerlukan solusi yang lebih efektif. Masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha harus bekerja sama untuk mengurangi sampah dan mendorong penggunaan tas belanja ramah lingkungan. Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan Jakarta Tanpa Plastik Sekali Pakai dan menjaga kebersihan dan kesegaran kota Ibu Kota ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/news/896872/jakarta-produksi-9000-ton-sampah-pasar-tradisional-bisa-jadi-senjata-kurangi-sampah-plastik, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *