Program FLPP di Sulsel terancam tidak mencapai target 25 ribu unit rumah subsidi pada tahun ini. Menurut data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel, realisasi penyaluran FLPP baru mencapai 7.410 unit rumah subsidi dengan nilai pembiayaan Rp926,21 miliar hingga akhir Semester I 2026.
Momen Penentu di Menit Akhir
Target penyaluran FLPP di Sulsel sepanjang tahun ini 25 ribu unit rumah. Artinya, masih terdapat sekitar 17.590 unit rumah subsidi yang harus disalurkan dalam enam bulan tersisa agar target tahunan dapat tercapai. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Sulsel, Angkaswantoro, mengatakan capaian tersebut masih akan terus digenjot pada paruh kedua tahun ini.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel mencatat, realisasi penyaluran FLPP baru mencapai 7.410 unit rumah subsidi dengan nilai pembiayaan Rp926,21 miliar hingga akhir Semester I 2026. Sementara itu, target penyaluran FLPP di Sulsel sepanjang tahun ini 25 ribu unit rumah. Angkaswantoro mengatakan capaian tersebut masih akan terus digenjot pada paruh kedua tahun ini.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Menurut Yasser Latief, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel, persoalan perizinan, khususnya terkait tata ruang, menjadi tantangan paling berat yang dihadapi para pengembang. “Ada beberapa kasus, sudah keluar persetujuan siteplan, ada rumah yang terbangun, tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan,” kata Yasser.
Eskalasi harga material bangunan juga turut dinilai meningkatkan biaya pembangunan, sehingga memengaruhi keberlangsungan proyek rumah subsidi. Rendahnya penyaluran FLPP bukan disebabkan minimnya kebutuhan masyarakat terhadap rumah, melainkan karena berbagai persoalan yang saling berkaitan. Dari sisi konsumen, minat masyarakat untuk memiliki rumah subsidi masih sangat tinggi. Namun banyak calon pembeli gagal lolos karena terkendala proses verifikasi penghasilan, riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), kewajiban cicilan, hingga persyaratan perbankan lainnya, terutama bagi pekerja di sektor informal.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Untuk mencapai target 25 ribu unit rumah subsidi pada tahun ini, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Angkaswantoro mengatakan bahwa capaian tersebut masih akan terus digenjot pada paruh kedua tahun ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan penyaluran FLPP dan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi para pengembang dan konsumen.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/bisnis/1845843/target-25-ribu-rumah-subsidi-di-sulsel-terancam-meleset-pengembang-ungkap-kendalanya, without altering the facts of the original article.