Berita Hari Ini – 06 Mei 2026 | Tragedi air keras Manonjaya kembali mencuat ke publik setelah empat korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tasikmalaya akibat luka bakar serius. Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat, mengingat metode serangan yang brutal dan dampaknya yang mengancam jiwa serta penglihatan korban.
Kronologi Kejadian
Pada hari Rabu, sekitar pukul 09.30 WIB, seorang kurir yang bekerja di sebuah perusahaan konveksi di Manonjaya, Tasikmalaya, secara tiba-tiba menyerang sejumlah pekerja dengan menyiramkan air keras. Pelaku dilaporkan merasa tidak puas dengan penilaian kinerja dan memutuskan melakukan aksi balas dendam. Total sembilan warga yang berada di lokasi pada saat itu mengalami penyiraman, namun empat di antaranya mengalami luka bakar tingkat serius pada wajah, tangan, dan bagian tubuh lainnya.
Daftar Korban dan Kondisi Kesehatan
- Korban A – luka bakar derajat tiga pada wajah, memerlukan operasi rekonstruksi dan terapi mata untuk mencegah kebutaan.
- Korban B – luka bakar derajat dua pada kedua tangan, dirawat dengan perawatan luka khusus dan fisioterapi.
- Korban C – luka bakar derajat tiga pada lengan kiri, menjalani debridement dan cangkok kulit.
- Korban D – luka bakar derajat dua pada bagian dada, dipantau intensif untuk menghindari infeksi.
Ketiga korban lainnya yang mengalami luka bakar ringan masih dirawat di ruang observasi untuk memastikan tidak terjadi komplikasi lebih lanjut.
Penangkapan Pelaku
Setelah kejadian, aparat kepolisian setempat langsung melakukan penyelidikan. Dengan bantuan saksi mata dan rekaman CCTV di sekitar area konveksi, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku dalam waktu kurang dari dua jam. Pelaku kini berada di tahanan dan sedang menjalani proses hukum.
Tindakan Medis di RSUD Tasikmalaya
RSUD Tasikmalaya menjadi pusat rujukan bagi korban. Tim medis melakukan penilaian awal, kemudian mengklasifikasikan tingkat keparahan luka bakar. Empat korban luka bakar serius langsung dioperasi di ruang khusus luka bakar, dengan prosedur dekonsentrasi zat kimia pada kulit dan penanganan jaringan yang rusak. Dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) serta dokter mata terlibat untuk mencegah kebutaan pada korban yang terkena area mata.
Selain operasi, korban mendapatkan perawatan suportif berupa cairan intravena, analgesik, serta antibiotik profilaksis untuk menghindari infeksi sekunder. Seluruh proses perawatan dijalankan secara intensif selama 48 jam pertama, kemudian dilanjutkan dengan perawatan luka di bangsal khusus.
Respons Masyarakat dan Upaya Pencegahan
Masyarakat Tasikmalaya mengekspresikan rasa keprihatinan melalui media sosial dan forum lokal. Banyak yang menuntut agar perusahaan konveksi meningkatkan standar keamanan kerja serta memberikan pelatihan penanganan konflik kepada karyawan. Pemerintah daerah pun berjanji akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap tempat kerja yang berpotensi menimbulkan risiko serupa.
Selain itu, pihak kepolisian mengimbau agar setiap warga melaporkan tindakan kekerasan atau ancaman di tempat kerja secara cepat, demi mencegah kejadian berulang. Upaya edukasi mengenai bahaya bahan kimia beracun, termasuk air keras, juga akan digencarkan di sekolah dan lembaga pelatihan kerja.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengelolaan stres dan penyelesaian perselisihan secara damai di lingkungan kerja. Diharapkan dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran bersama, tragedi serupa tidak akan terulang kembali.