Musim kemarau yang telah berlangsung selama hampir dua bulan di Sulawesi Utara telah meningkatkan risiko kekurangan air dan potensi kebakaran. Personel DPRD Sulawesi Utara, Jeane Laluyan, mengingatkan agar edukasi waspada kebakaran dilakukan secara masif oleh pemerintah.
### Momen Penentu di Menit Akhir Menurut Laluyan, kemarau yang panjang ini sangat berisiko terjadi kebakaran. Oleh karena itu, ia minta pemda untuk melakukan sosialisasi antisipasi dan waspada kebakaran secara masif. “Kemarau yang sudah hampir dua bulan ini berisiko besar pada kekurangan air serta potensi kebakaran. Kiranya pemda bisa proaktif. Meskipun, kewaspadaan menjadi tanggung jawab semua,” kata srikandi PDIP ini. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Personel Komisi II DPRD Sulawesi Utara, Jeane Laluyan, mengingatkan agar edukasi waspada kebakaran dilakukan secara masif. Menurutnya, sosialisasi bisa dilakukan melalui media sosial dan aparat berjenjang dari kepala daerah hingga ke kepala lingkungan. “Di era digital saat ini, pesan lewat media sosial punya dampak besar. Edaran seperti yang dikeluarkan Wali Kota Manado, disebarkan via medsos di berbagai platform,” kata legislator asal Manado ini. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Menurut Laluyan, imbauan terus disampaikan secara berkala. Harapannya masyarakat bisa saling mengingatkan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk hati-hati menyusul seringnya terjadi kebakaran akhir-akhir ini. “Saat ini tengah musim kemarau yang sangat berisiko terjadi kebakaran. Karena itu kami imbau, masyarakat jangan sembarang menyalakan api. Musim panas ini, api mudah menyala,” kata Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Masyarakat tidak boleh menyalakan api di arena terbuka, termasuk membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarang. “Kami terus mengingatkan bahaya kebakaran. Kami minta juga aparatur dari kota, kecamatan, kelurahan hingga lingkungan untuk tak bosan-bosan mengingatkan, hati-hati, jangan sembarang menyalakan api,” kata Richard Sualang. Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memeriksa peralatan memasak seperti kompor serta peralatan listrik dan jaringan instalasinya. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih waspada dan menghindari kejadian kebakaran. Kesimpulannya, musim kemarau yang panjang di Sulawesi Utara telah meningkatkan risiko kekurangan air dan potensi kebakaran. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih proaktif dalam melakukan sosialisasi waspada kebakaran. Masyarakat juga harus lebih waspada dan menghindari kejadian kebakaran. Dengan demikian, kita bisa menghindari kejadian kebakaran yang tidak perlu terjadi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://manado.tribunnews.com/sulawesi-utara/1886389/musim-kemarau-anggota-dprd-sulut-jeane-laluyan-minta-pemda-sosialisasi-masif-waspada-kebakaran, without altering the facts of the original article.