2 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
59 Persen Kematian DBD Terjadi pada Anak, Orang Tua Wajib Waspada saat Sekolah. Apakah Anda sudah tahu cara melindungi anak dari demam berdarah dengue saat sekolah?

Data Menunjukkan 59 Persen Kematian DBD Terjadi pada Anak, Orang Tua Wajib Waspada saat Sekolah

Tahun ajaran baru identik dengan kesibukan orang tua menyiapkan seragam, tas, buku, hingga perlengkapan belajar anak. Namun, di balik persiapan tersebut, ada satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yakni perlindungan dari demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, anak masih menjadi kelompok yang paling rentan terdampak penyakit ini.

Kronologi Fakta

Data Kementerian Kesehatan periode 2018-2025 menunjukkan kelompok usia 5-14 tahun secara konsisten mencatat proporsi kematian akibat dengue tertinggi dibanding kelompok usia lainnya. Pada 2025, sebanyak 59 persen kematian akibat dengue terjadi pada anak usia 0-14 tahun. Dari jumlah tersebut, 41 persen berasal dari kelompok usia 5-14 tahun. Sementara itu, kelompok usia 15-44 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak atau mencapai 42 persen dari seluruh kasus dengue.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan anak dari DBD tidak boleh dilupakan. Orang tua harus waspada dan memastikan anak mereka selalu dalam kondisi sehat, terutama saat anak kembali ke sekolah. Hal ini tidak hanya untuk melindungi anak dari DBD, tetapi juga untuk mencegah penyebaran penyakit secara keseluruhan.

Mengapa dan Dampak

DBD adalah penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan tepat. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Anak-anak lebih rentan terdampak DBD karena sistem imun mereka masih belum matang, sehingga mereka lebih mudah terserang penyakit ini.

Dengan demikian, orang tua harus sangat waspada dan memastikan bahwa anak mereka selalu dalam kondisi sehat. Mereka dapat melakukan beberapa hal, seperti memberikan vaksinasi DBD kepada anak, menggunakan serangga pembunuh nyamuk, dan memastikan bahwa anak mereka tidak pernah meninggalkan rumah tanpa nyamuk pakaian.

Penutup

Demikian informasi tentang risiko DBD pada anak-anak. Orang tua harus waspada dan memastikan bahwa anak mereka selalu dalam kondisi sehat, terutama saat anak kembali ke sekolah. Dengan demikian, kita dapat mencegah penyebaran penyakit DBD dan melindungi anak-anak dari bahaya penyakit ini. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260731072756-255-1386918/59-persen-kematian-dbd-terjadi-pada-anak-waspada-saat-sekolah, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *