**Konvoi Kendaraan TNI Disebut Kembali Makan Korban Jiwa, Saya Butuh Keadilan untuk Almarhum Anak Saya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Seorang pemuda meninggal diduga karena kecelakaan lalu lintas yang melibatkan konvoi kendaraan operasional TNI di Papua. Insiden ini membuka kembali diskusi yang lebih kompleks tentang anggota TNI yang terlibat hukum. Laki-laki berusia 24 tahun itu tewas setelah diduga menjadi korban “tabrak lari” iring-iringan kendaraan TNI AD di Jayapura, Papua. Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan telah membuka penyelidikan dan memeriksa empat orang saksi. Lebih dari sebulan setelah insiden pertengahan Juni lalu, belum ada tersangka ditetapkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Korban, Kevin Febrian Chen, meninggal setelah diduga menjadi korban tabrak lari konvoi kendaraan TNI AD di Jayapura, Papua. Ia meninggal setelah diduga mengalami kecelakaan pada malam hari. Keluarganya, termasuk ibu korban, Ully, telah berkumpul di lokasi kejadian dan menunggu kedatangan mobil Polisi Militer. Namun, ketika mereka tiba, mereka menemukan bahwa mobil Polisi Militer tidak membawa korban, melainkan hanya terparkir di dekat lokasi kejadian. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kematian Kevin Febrian Chen bukanlah insiden pertama di mana kendaraan operasional TNI dianggap sebagai penyebab kecelakaan yang membahayakan nyawa warga sipil. Sejumlah kalangan melihat akar persoalannya bukan lagi tentang prosedur keamanan dan keselamatan di jalan, tapi lantaran efek hukuman ringan bagi anggota TNI yang terlibat. Di pengadilan militer tingkat pertama, vonisnya didominasi tanpa hukuman penjara atau dipecat dari kesatuan. Hal ini berbeda saat pengadilan umum memvonis warga sipil umumnya dengan hukuman kurungan badan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Ibu korban, Ully, telah berkali-kali mengunjungi Pomdam XVII/Cenderawasih dan Polsek Sentani untuk mencari keadilan. Ia mengatakan bahwa perasaannya masih belum dapat diungkapkan secara lengkap, karena masih dalam proses menyangkal kepergian putranya yang sekejap mata. “Benarkah ini anak saya? Memang ini anak saya? Ibu mana yang tidak hancur melihat anaknya terbaring kaku seperti itu,” kata Ully dengan mata berkaca-kaca. **Penutup** Kematian Kevin Febrian Chen bukanlah insiden yang dapat diabaikan. Ia merupakan salah satu dari banyak korban yang telah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan operasional TNI. Keadilan harus diperjuangkan bagi keluarga korban dan masyarakat yang masih berharap dapat melihat perubahan dalam cara TNI menghadapi kecelakaan pada kendaraan operasionalnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8jn8mgnn7po?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.