**Mirza Terpilih Kembali, HKTI Lampung Perkuat Program Petani dengan Strategi Baru** **Momen Penentu di Menit Akhir** Mirza terpilih kembali sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Lampung periode 2026â2031 dalam Musyawarah Daerah HKTI Provinsi Lampung di Balai Keratun, Bandar Lampung, Jumat (31/7/2026). Dengan kembali terpilihnya Mirza, HKTI Lampung diprediksi akan meningkatkan program petani dengan strategi baru. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** HKTI tidak cukup hanya menjadi organisasi yang menampung aspirasi petani, tetapi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanian dari hulu hingga hilir. Mirza mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung, dengan 1,8 juta hektare dari 3,3 juta hektare wilayah provinsi ini dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Selain itu, sekitar 60 persen dari 2,4 juta keluarga di Lampung menggantungkan hidupnya sebagai petani. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mirza menilai kesejahteraan petani akan menentukan laju pertumbuhan ekonomi daerah. “Kalau petaninya sejahtera, desa bergerak, ekonomi daerah juga akan tumbuh,” ujarnya. Ia menyebut bahwa sebelumnya keuntungan bersih petani padi hanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan, sehingga banyak keluarga petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya pendidikan anak dan pemenuhan gizi keluarga. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** HKTI bersama Pemprov Lampung telah menjalankan sejumlah program peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, seperti distribusi pupuk organik cair (POC) ke sekitar 2.000 desa yang ditargetkan mampu meningkatkan hasil panen sebesar 15 hingga 30 persen. Dengan kembali terpilihnya Mirza, diharapkan program-program tersebut akan ditingkatkan dan disempurnakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Lampung.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1214953/mirza-terpilih-kembali-menjadi-ketua-hkti-lampung-periode-20262031-perkuat-program-petani, without altering the facts of the original article.