Kebakaran Metro Sport Center: 5 Korban Luka, Kerugian Miliaran, dan Penyebab Masih Misterius
Berita Hari Ini – 06 Mei 2026 | Semarang kembali diguncang oleh insiden kebakaran Metro Sport Center yang terjadi pada Senin malam, 4 Mei 2026. Kebakaran yang melanda gedung olahraga tersebut berlangsung selama dua jam, mulai pukul 19.00 WIB hingga berhasil dipadamkan pada pukul 21.00 WIB. Meskipun tidak menelan korban jiwa, api mengakibatkan lima orang mengalami luka, serta kerugian material diperkirakan mencapai lima miliar rupiah.
Daftar Korban Luka
- Febriana Putri Maharani, 24 tahun – mengalami gangguan pernapasan.
- Setijawa Dewi, 57 tahun – mengalami gangguan pernapasan.
- Gunwanan, 37 tahun – luka bakar pada kepala.
- Jamaludin, 33 tahun – luka bakar pada kepala dan tangan.
- Giovani, 24 tahun – luka bakar pada tangan.
Kelima korban tersebut segera mendapat perawatan medis di rumah sakit terdekat. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Tantri Pradono, menegaskan bahwa penanganan cepat dan koordinasi antar tim pemadam berhasil mencegah penyebaran api ke gedung‑gedung sekitarnya, termasuk Java Mall yang berada tidak jauh dari lokasi.
Upaya Penanggulangan dan Pemadaman
Tim pemadam kebakaran menerapkan prosedur standar pemadaman, termasuk penyekatan area untuk menghindari penyebaran api lebih luas. Selama proses pemadaman, dua korban yang terjebak di lantai tiga berhasil dievakuasi dengan bantuan peralatan pemotong dan selang bertekanan tinggi. Menurut Tantri Pradono, “Kami melakukan serangan air secara intensif serta menutup ventilasi untuk menurunkan suhu ruang kebakaran, sehingga api dapat terkendali dalam waktu dua jam.”
Kerugian Material dan Dampak Ekonomi
Kerusakan yang ditimbulkan meliputi ruangan-ruangan yang difungsikan sebagai gereja, mes kerja, serta kelas tata boga. Bangunan utama Metro Sport Center yang mencakup lapangan tenis, basket, bulu tangkis, karate, dan kolam renang mengalami kerusakan struktural pada bagian atap dan dinding. Estimasi nilai kerugian material mencapai Rp5 miliar, mencakup biaya perbaikan fisik serta kehilangan pendapatan operasional selama masa perbaikan.
Gedung ini juga menjadi pusat kegiatan komunitas dan olahraga warga Semarang. Akibat kebakaran, sejumlah jadwal latihan dan kompetisi harus ditunda atau dipindahkan ke lokasi alternatif, yang menambah beban ekonomi bagi pelaku usaha sekitarnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. Awalnya, dugaan pertama mengarah pada area gereja yang terletak di dalam kompleks Metro Sport Center. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai sumber api. Tim investigasi menelusuri jejak listrik, potensi kelalaian manusia, serta faktor eksternal lain yang dapat memicu percikan api.
Polisi setempat mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi serta melakukan wawancara dengan saksi mata. Sampai saat ini, belum ada tersangka atau indikasi tindakan kriminal yang terdeteksi.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Pemulihan
Warga Semarang menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini, terutama karena Metro Sport Center menjadi salah satu fasilitas olahraga publik yang paling sering digunakan. Banyak warga yang menyoroti pentingnya peningkatan sistem keamanan kebakaran pada bangunan publik, termasuk pemasangan alarm kebakaran otomatis, sprinkler, dan jalur evakuasi yang lebih jelas.
Pemerintah Kota Semarang berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh gedung publik di wilayahnya. “Kita tidak akan membiarkan tragedi serupa terulang,” kata Walikota Semarang dalam konferensi pers singkat. Rencana perbaikan dan renovasi Metro Sport Center diperkirakan memakan waktu tiga bulan, dengan target pembukaan kembali pada akhir Agustus 2026.
Secara keseluruhan, kebakaran Metro Sport Center mengingatkan kembali pentingnya kesiapsiagaan dan pemeliharaan fasilitas umum. Meski tidak ada korban jiwa, dampak fisik, ekonomi, dan psikologis yang ditimbulkan tetap signifikan bagi komunitas olahraga dan warga sekitar.