**Petani Kacang Tanah di Pangkep Mengandalkan PLTS untuk Menghadapi Kemarau El Nino** **Pembuka** Petani kacang tanah di Desa Tondongkura, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), memiliki harapan baru untuk mempertahankan produktivitas lahannya di tengah ancaman musim kemarau. Mereka telah menemukan solusi berupa pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikembangkan oleh akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM). **Momen Penentu di Menit Akhir** Kebutuhan air irigasi petani kacang tanah di Desa Tondongkura terus menurun akibat kekeringan yang menyebabkan pasokan air irigasi semakin terbatas. Selama beberapa musim terakhir, produktivitas pertanian terus menurun. Kondisi tersebut mendorong tim UNM menghadirkan solusi melalui teknologi energi terbarukan berupa sistem PLTS yang dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa air irigasi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sistem PLTS yang dikembangkan oleh tim UNM dipasang dan diuji di Desa Tondongkura. Selain memasang sistem PLTS, tim juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai cara mengoperasikan, merawat, dan mengelola teknologi tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program ini diketuai oleh Ir. Muhammad Hasim, M.Pd., bersama anggota Akmal Hidayat, S.Pd., M.Pd., Hamida Hamris, S.Pd., M.Pd., dan Ummul Masir, S.Pt., M.Si. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ketua Tim Pengabdi, Ir. Muhammad Hasim, M.Pd., mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi petani bukan hanya keterbatasan sumber air, tetapi juga mahalnya biaya operasional ketika menggunakan pompa berbahan bakar fosil. Menurutnya, energi surya menjadi pilihan yang lebih efisien karena sesuai dengan potensi wilayah yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun. “Melalui pemanfaatan energi surya, masyarakat tidak hanya memperoleh akses energi yang lebih murah dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas kacang tanah yang selama ini terdampak musim kemarau,” kata Hasim. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Program tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa maupun kelompok tani. Sejak proses pemasangan hingga uji coba sistem, para petani terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola teknologi yang telah diterapkan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Dzulfadhli, mengapresiasi kontribusi sivitas akademika UNM melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan yang dinilai mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat desa. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di pedesaan. Dengan adanya program PLTS, petani kacang tanah di Desa Tondongkura dapat menghadapi kemarau El Nino dengan lebih percaya diri. Mereka dapat memanfaatkan energi surya untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Program ini juga dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di daerah yang terdampak musim kemarau.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/citizen-reporter/1846117/petani-kacang-tanah-di-pangkep-kini-andalkan-plts-di-tengah-kemarau-el-nino, without altering the facts of the original article.