**Wacana Egalitarianisme Pendidikan di Diskusi Forum Tampaknya Belum Terwujud di Lapangan, Mengapa?** Pada 31 Juli 2026, digelar kegiatan dialog yang berfokus pada Sistem Pengawasan Penyelenggaraan bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diinisiasi oleh Bapak H. Meinsani Kecca, S.Sos selaku anggota DPRD Kota Makassar Fraksi PPP. Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir sebagai narasumber Sulaiman, S.T., M.M selaku Kepala Seksi Manajemen SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar sebagai perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar dan juga dihadiri oleh salah satu Aktivis Pendidikan di Kota Makassar, Ir. A. Syahrir Badaruddin, B.Sc., M.Si. Dalam dialog tersebut disepakati bahwa perlu adanya egalitarianisme dalam penyelenggaraan dunia pendidikan sehingga seluruh anak bangsa terkhusus di Kota Makassar bisa mengakses dunia pendidikan dengan mudah. **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam dialog tersebut, terungkap bahwa perlu adanya egalitarianisme dalam penyelenggaraan dunia pendidikan, namun dalam hal ini pemerintah luput dari kehadiran sekolah-sekolah bertaraf internasional yang menghasilkan kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan. Hanya sekolah-sekolah tersebut yang bisa diakses oleh masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas, sehingga kesetaraan dalam dunia pendidikan masih sebatas teori yang dibicarakan dalam forum pendidikan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan adanya kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan, anak-anak dari keluarga tidak mampu tidak hanya kalah bersaing dalam hal fasilitas, tetapi juga kehilangan kesempatan membangun jaringan sosial dan kultural yang kelak menentukan mobilitas mereka di masa depan. Hal ini tidak hanya berdampak pada anak-anak sendiri, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pemerintah sebagai penyelenggara yang memfasilitasi lahirnya sekolah-sekolah eksklusif tanpa disertai afirmasi setara bagi sekolah negeri dan swasta yang melayani masyarakat kurang mampu. 2. Kesejahteraan tenaga pendidik yang belum merata, sehingga mereka tidak dapat memberikan yang terbaik bagi anak muridnya. 3. Keterlibatan aktivis pendidikan dan akademisi pendidikan yang perlu dilembagakan secara berkelanjutan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk mengatasi kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan, pemerintah perlu melakukan beberapa hal, seperti: 1. Melakukan pemetaan dan evaluasi berkala terhadap disparitas fasilitas antar sekolah di Kota Makassar. 2. Mendorong transparansi anggaran pendidikan, termasuk memastikan alokasi untuk peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi prioritas yang terukur. 3. Membangun sekolah-sekolah yang lebih inklusif dan berkesan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan demikian, kita dapat mengatasi kesenjangan sosial dalam dunia pendidikan dan membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1846105/egalitarianisme-pendidikan-antara-wacana-forum-dan-realitas-di-lapangan, without altering the facts of the original article.