**Hendri Satrio Buka Suara tentang Ferry Latuhihin, Membangkitkan Debat tentang Purbaya** Pengamat politik Hendri Satrio, atau lebih dikenal dengan sebutan Hensa, akhirnya membuka suara terkait pemanggilan dirinya oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan setelah menghadirkan pakar ekonomi Ferry Latuhihin sebagai narasumber dalam podcast miliknya. Menurut Hensa, ia menerima surat resmi dari otoritas pajak untuk memberikan keterangan terkait Ferry Latuhihin. **Momen Penentu di Menit Akhir** Hensa mengungkapkan bahwa ia menerima surat resmi dari otoritas pajak setelah menghadirkan Ferry Latuhihin sebagai narasumber dalam podcast miliknya. Awalnya, ia mengira hanya dirinya yang dipanggil, namun belakangan mengetahui bahwa beberapa podcaster dan pemimpin redaksi media lain juga menerima undangan serupa. “Saya dapat surat resmi. Di situ dijelaskan bahwa saya dimintai keterangan tentang Ferry Latuhihin. Ternyata saya enggak sendirian, ada beberapa podcaster lain juga,” ujar Hensa. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam pemeriksaan itu, Hensa mengaku hanya mendapat satu pertanyaan utama, yakni apakah Ferry Latuhihin menerima honor sebagai narasumber podcast. Ia pun menjelaskan bahwa seluruh tamu di podcastnya tidak pernah menerima bayaran dalam bentuk uang. Sebagai bentuk apresiasi, para narasumber hanya diberikan buah atau sekotak cookies. “Yang ditanya cuma satu, Prof Ferry dikasih apa? Saya jawab, saya enggak pernah kasih uang. Semua narasumber pilihan hadiahnya cuma dua, buah atau cookies. Waktu itu saya ingat Prof Ferry saya kasih cookies,” ungkapnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Hensa memilih memenuhi panggilan tersebut karena merasa tidak melakukan kesalahan. Selain menghindari kesalahpahaman, ia juga menilai petugas pajak hanya menjalankan tugas sesuai prosedur. Hensa bahkan memberikan apresiasi kepada petugas pajak yang memeriksanya karena dinilai bekerja secara profesional dan tidak melebar ke isu-isu lain di luar substansi pemeriksaan. “Petugasnya sangat profesional. Tidak mempersulit, tidak melebar ke mana-mana. Pertanyaannya fokus pada substansi,” katanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini membuka debat tentang apakah penghasilan dari podcast harus dihitung sebagai pendapatan pajak. Mungkin saja, kejadian ini akan membuka debat yang lebih luas tentang penghasilan dari konten kreator dan bagaimana cara menghitungnya sebagai pendapatan pajak. Hensa bahkan mengatakan bahwa ia tidak menyadari bahwa kehadiran Ferry Latuhihin sebagai narasumber podcast akan menimbulkan perdebatan seperti ini. “Saya tidak menyadari bahwa kehadiran Prof Ferry akan menimbulkan perdebatan seperti ini. Tapi, saya yakin bahwa kejadian ini akan membuka debat yang lebih luas tentang penghasilan dari konten kreator,” kata Hensa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/nasional/897120/hendri-satrio-buka-suara-usai-dipanggil-pajak-gara-gara-ferry-latuhihin-singgung-nama-purbaya, without altering the facts of the original article.