Kekayaan Mengejutkan Pejabat Kejari Karo: Dari Rp2,3 Miliar Hingga Minus Rp140 Juta, Apa Sebenarnya?
Berita Hari Ini – 04 April 2026 | Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo kembali menjadi sorotan publik setelah rapat kerja Komisi III DPR RI mengungkap sejumlah kekeliruan prosedural dalam penahanan videografer Amsal Christy Sitepu. Di balik kontroversi hukum tersebut, dua pejabat Kejari Karo, Jaksa Wira Arizona dan Kepala Kajari Danke Rajagukguk, menjadi subjek pemeriksaan keuangan yang menguak profil kekayaan mereka. Penelusuran data aset menunjukkan perbedaan yang mencolok, bahkan ada yang mencatat nilai kekayaan negatif.
Latar Belakang Kasus Amsal Sitepu
Kasus Amsal Sitepu bermula dari tuduhan korupsi terkait pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. Setelah 131 hari penahanan, Amsal akhirnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Medan pada 1 April 2026. Namun proses penahanan tersebut menuai kritik keras karena adanya kesalahan administratif yang mengaburkan perbedaan antara penangguhan dan pengalihan penahanan. Kepala Kajari Karo, Danke Rajagukguk, secara terbuka mengakui kesalahan prosedur dalam rapat kerja DPR, menandakan adanya potensi penyalahgunaan wewenang di tingkat kejaksaan daerah.
Daftar Kekayaan Pejabat yang Disorot
Berikut rangkuman kekayaan dua pejabat Kejari Karo yang diperiksa setelah kasus Amsal Sitepu terungkap:
| Pejabat | Jabatan | Aset (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Wira Arizona | Jaksa (berkarya 4 tahun) | 2.300.000.000 | Harta meliputi rumah tinggal, kendaraan, dan investasi. Tidak ada hutang signifikan. |
| Danke Rajagukguk | Kepala Kajari Karo | -140.000.000 | Nilai kekayaan bersih negatif setelah total hutang melebihi aset. Beban hutang utama berasal dari pinjaman pribadi dan cicilan kendaraan. |
Data di atas diperoleh dari laporan keuangan yang diserahkan kepada Komisi III DPR dan diverifikasi oleh tim audit independen. Meskipun angka-angka tersebut bersifat sementara, mereka memberikan gambaran jelas tentang disparitas ekonomi di antara pejabat kejaksaan daerah.
Analisis Kekayaan Wira Arizona
Jaksa Wira Arizona, yang baru menapaki karier selama empat tahun, tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp2,3 miliar. Sumber utama asetnya adalah properti rumah pribadi di Medan serta dua mobil sedan kelas menengah. Selain itu, Wira memiliki portofolio investasi pada reksa dana dan obligasi pemerintah, yang mencerminkan perencanaan keuangan yang relatif konservatif. Tidak ditemukan hutang signifikan dalam laporan, menandakan bahwa akumulasi aset tersebut terjadi secara legal dan transparan.
Analisis Kekayaan Minus Danke Rajagukguk
Kepala Kajari Karo, Danke Rajagukguk, mencatat nilai kekayaan bersih negatif sebesar Rp140 juta. Laporan keuangan mengidentifikasi total aset sekitar Rp500 juta, sementara total kewajiban mencapai Rp640 juta. Hutang utama berasal dari pinjaman konsumtif untuk renovasi rumah pribadi dan cicilan kendaraan mewah yang dibeli pada tahun 2022. Kondisi keuangan ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan pejabat publik dalam mengelola keuangan pribadi, terutama mengingat posisi strategisnya dalam penegakan hukum.
Hubungan Antara Kekayaan Pejabat dan Kasus Amsal Sitepu
- Penelusuran kekayaan dilakukan sebagai bagian dari upaya Komisi III DPR memastikan tidak ada konflik kepentingan yang memengaruhi keputusan penahanan.
- Ketidaksesuaian prosedur penahanan yang diakui Danke berpotensi terkait tekanan internal atau eksternal, namun belum ada bukti langsung yang mengaitkan kondisi keuangan pribadi dengan tindakan tersebut.
- Pengungkapan kekayaan negatif pada Dank mengindikasikan beban keuangan pribadi yang berat, yang dapat mempengaruhi keputusan administratif bila terjadi konflik kepentingan.
Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya
Pengungkapan data kekayaan ini menambah tekanan publik terhadap Kejari Karo untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Organisasi masyarakat sipil menuntut audit menyeluruh terhadap seluruh pejabat kejaksaan daerah, sementara DPR menyiapkan rekomendasi peraturan internal yang lebih ketat terkait pengungkapan aset.
Secara keseluruhan, kasus Amsal Sitepu tidak hanya mengungkap kesalahan prosedural dalam penahanan, tetapi juga membuka tabir kondisi ekonomi pejabat penegak hukum. Dengan Wira Arizona yang tampak berada dalam kondisi keuangan stabil dan Danke Rajagukguk yang berjuang melunasi hutang, gambaran ini menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap integritas dan transparansi aparat negara. Penegakan hukum yang adil dan bebas dari intervensi pribadi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.