Sebanyak 148 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Tapanuli Tengah (Tapteng) menerima bantuan pendidikan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM. Rupiah yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu bagi siswa SD, Rp700 ribu untuk siswa SMP, serta Rp1,8 juta bagi pelajar SMA dan SMK.
Momen Penentu di Menit Akhir
Siang itu, harapan para pelajar bertumpu pada agenda penyaluran beasiswa. Mereka duduk menunggu giliran sambil sesekali berbincang. Sebagian membawa map berisi dokumen sekolah. Ketua PDI-P Sumut dan Anggota DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, MM, menyerahkan bantuan didampingi Bupati Tapanuli Tengah, Mashinton Pasaribu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Jhonsons Simanjuntak, unsur DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapanuli Tengah yang dipimpin Timbul Panggabean, serta Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Sorta Ertaty Siahaan.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Penyaluran bantuan di Tapteng menjadi mata rantai berikutnya dari perjalanan marathon penyaluran beasiswa yang dilakukan Rapidin dalam beberapa pekan terakhir. Program serupa sebelumnya telah menjangkau berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, hingga berlanjut ke Kepulauan Nias. Setelah itu, penyaluran dijadwalkan diteruskan ke wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Rapidin menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang semestinya dijamin negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. Namun, menurutnya, cita-cita tersebut belum sepenuhnya terwujud karena masih banyak anggaran negara yang tidak digunakan secara optimal akibat praktik korupsi. Ia menyinggung sejumlah perkara korupsi yang belakangan menjadi perhatian publik, termasuk kasus yang menyeret mantan pejabat kejaksaan dengan barang bukti emas seberat 74 kilogram.
Menurut Rapidin, kebocoran anggaran seperti itu menjadi salah satu penyebab banyak program yang seharusnya dapat menjangkau masyarakat justru berjalan terbatas. Ia juga mengkritisi skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengusulkan agar bantuan diberikan langsung kepada keluarga penerima sehingga orang tua dapat menentukan sendiri kebutuhan gizi anak-anak mereka.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Usulan itu langsung mendapat respons dari para orang tua. Beberapa di antaranya menganggukkan kepala sambil bersahut, “Betul sekali, Pak.” Momen ini menunjukkan bahwa program bantuan pendidikan yang dilakukan Rapidin telah mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu membantu pelajar kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Rapidin juga menekankan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin oleh negara. Oleh karena itu, ia akan terus berupaya untuk menggalang dana dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Dengan demikian, kebudayaan dan potensi masyarakat Tapanuli Tengah dapat berkembang dengan baik.
Penyaluran bantuan pendidikan yang dilakukan Rapidin diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pelaku pendidikan lainnya, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu pelajar kurang mampu melanjutkan pendidikan mereka. Dengan demikian, cita-cita pendidikan yang diamanatkan konstitusi dapat terwujud.
Program bantuan pendidikan yang dilakukan Rapidin di Tapteng merupakan langkah awal dari perjalanan panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Dengan dukungan dari masyarakat dan pemerintah, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pelajar kurang mampu di Tapanuli Tengah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/pdip-sumut/1805888/secara-marathon-ketua-pdi-p-sumut-bawa-bantuan-pendidikan-untuk-148-pelajar-kurang-mampu-di-tapteng, without altering the facts of the original article.