Kecelakaan lalu lintas menewaskan seorang pelajar di Jalan Raya Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (3/8/2026) pukul 13.45 WIB. Korban meninggal dunia setelah bertabrakan dengan mobil.
Momen Penentu di Menit Akhir
Korban berinisial K berusia 16 tahun, asal Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik. Korban mengendarai sepeda motor Honda Astrea L 4494 KL. Sutikno berusia 46 tahun warga Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik, pengendara mobil Toyota Avanza L 1690 CO.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Saat kejadian, korban berboncengan dengan temannya M. Febrian mengendarai sepeda motor Honda Astrea bernopol L-4494-KL. Keduanya melaju dari arah timur ke barat (dari Cerme menuju Benjeng). Setibanya di lokasi kejadian, korban sempat kaget karena kendaraan di depannya mengerem mendadak. Korban lalu terjatuh dan menabrak mobil Avanza L-1690-CO yang melaju dari arah berlawanan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif Nugroho menuturkan, jasad korban terkapar di tengah jalan raya. “Pengendara motor inisial K meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkapnya. Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian. Korban langsung dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina untuk keperluan visum et repertum. “Kami langsung melaporkan dan berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik terkait kecelakaan tersebut,” imbuhnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan perhatian para pengendara mobil dan motor dalam menghindari kecelakaan. Selain itu, kecelakaan ini juga menunjukkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum atas pelanggaran lalu lintas masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, kita dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan mencegah kematian di jalan raya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/nasional/1261965/berawal-rem-mendadak-pelajar-16-tahun-tewas-terkapar-di-tengah-jalan-raya, without altering the facts of the original article.