Momen Penentu di Menit Akhir
Denik mengaku pasrah hingga kehabisan tenaga selama terombang-ambing di laut. “Saya kepisah (dengan suami) sampai menuju kapal penyelamat kepisah. Di situ juga sudah ada korban dua, di situ saya juga sudah pasrah,” ungkap warga Mbarsari, Gambiran, Prigen, Kabupaten Pasuruan, di Gapura Surya Nusantara, Tanjung Perak, Senin (3/8/2026). Saat terombang-ambing, ia juga melihat banyak korban lain masih berada di atas kapal. Saat terapung dan panik, lanjut Denik, air ombak laut terus masuk mulut. Sering kali tubuhnya dihantam ombak, ia hanya mengikuti arus dan harus bertahan menunggu kapal penyelamat. “Pas lagi tegang, panik, kemasukan air terus,” ucapnya. Akibat satu jam terombang-ambing di laut perairan Sumenep, Denik mengaku merasakan kram perut.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Denik juga menunjukan luka di telapak jari tangannya saat menggenggam tali tampar kapal. “Semua loncat pakai tali jadi ya tangan (luka). Tali tampar. Ini luka pas waktu turun kapal,” ujarnya. Proses penyelamatan Denik dibantu enam orang ABK, ia harus naik ke kapal penyelamat meski kehabisan tenaga. “Sudah kehabisan tenaga, mau naik ke atas kapal sudah tidak kuat. Akhirnya dibantu ABK yang nolong,” ucapnya. Sang suami, Arif Hidayat (47), mengaku sempat mengalami sesak dada. “Awal-awal sesak dada, kram, tapi sudah diobati. Terus naik tanker kan tinggi. Kebanyakan yang meninggal naiknya sudah tidak kuat. Kalau pelampung semua pakai,” ungkap Arif.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kronologi kejadian ini menunjukkan bahwa korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II harus menghadapi tantangan yang sangat berat selama terombang-ambing di laut. Mereka harus bertahan hidup dengan mengikuti arus ombak dan menunggu bantuan penyelamatan. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pentingnya persiapan dan kesedian dalam menghadapi situasi darurat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Keselamatan dan kesejahteraan korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih menjadi prioritas utama. Pihak terkait harus terus berusaha untuk membantu korban dan mengurangi dampak kejadian ini. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa pentingnya kesadaran dan persiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/surabaya/554847/korban-selamat-kmp-mutiara-sentosa-ii-pasrah-terombang-ambing-di-laut-kehabisan-tenaga-kram-perut, without altering the facts of the original article.