Sektor ekstraktif telah menjadi bom waktu ekonomi daerah. Ketergantungan pertumbuhan ekonomi pada sumber daya alam (SDA) dapat menciptakan jebakan bagi daerah. Ketika sumber daya alam yang selama ini dieksploitasi mulai habis, daerah tersebut akan menghadapi kesulitan yang signifikan. Masyarakat akan kehilangan sumber penghasilan dan kelangsungan hidup tenaga kerja yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif tersebut.
Momen Penentu di Menit Akhir
Menurut Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), ketergantungan pada sektor ekstraktif telah menciptakan jebakan bagi daerah. Pada diskusi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sulawesi Selatan di Makassar, Bhima menyoroti bahwa banyak daerah yang telah kehilangan keahlian karena masyarakatnya bergantung pada sektor ekstraktif. Anak muda yang bekerja di sektor tambang akan kehilangan keahlian yang sebelumnya diwariskan secara turun-temurun.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pada diskusi tersebut, Bhima juga menyoroti bahwa banyak perusahaan tambang yang telah berhenti beroperasi. Para mantan pekerja tersebut akan kehilangan sumber penghasilan dan akan sulit untuk menyambung hidup. Selain itu, aktivitas tambang telah merusak lingkungan dan membuat tanah menjadi tidak subur. Masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai petani atau nelayan akhirnya beralih menjadi pekerja tambang atau smelter. Ketika perusahaan smelter berhenti berproduksi, mereka kembali ke kampung halaman. Namun, kampung tersebut sudah rusak akibat aktivitas tambang dan mereka kehilangan keahlian untuk kembali menjadi petani atau nelayan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Ketergantungan pada sektor ekstraktif telah menciptakan jebakan bagi daerah. Ketika sumber daya alam yang selama ini dieksploitasi mulai habis, daerah tersebut akan menghadapi kesulitan yang signifikan. Masyarakat akan kehilangan sumber penghasilan dan kelangsungan hidup tenaga kerja yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan paradigma dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Daerah perlu membangun sektor ekonomi yang berbasis pada keahlian dan sumber daya manusia yang lebih kuat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Bhima Yudhistira menekankan bahwa para akademisi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami isu lingkungan dan ekonomi. Mereka perlu menjadi pencerah di tengah masyarakat dan membantu masyarakat memahami tentang pentingnya mengubah paradigma dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian, daerah dapat membangun sektor ekonomi yang lebih kuat dan berbasis pada keahlian dan sumber daya manusia yang lebih kuat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1846382/diskusi-cilos-ketergantungan-ekonomi-pada-sektor-ekstraktif-jadi-bom-waktu-bagi-daerah, without altering the facts of the original article.