6 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Jejak sejarah Banjarmasin terancam hilang, tapi apakah Pemko Banjarmasin akan memprioritaskan estetika kota atau rekam jejak sejarah?

**Jejak Sejarah Banjarmasin Terus Dijaga dengan Baik oleh Masyarakat Setempat** **Pembuka** Dewan Kesenian Banjarmasin (DK Banjarmasin) baru saja meluncurkan protes mengenai monumen Kayuh Baimbai yang dihancurkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Monumen ini adalah karya berharga dari seorang maestro perupa Banua, Misbach Tamrin, yang memiliki nilai sejarah dan estetika yang signifikan bagi Kota Banjarmasin. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada awalnya, Pemko Banjarmasin memiliki niat yang baik untuk mempercantik wajah kota dengan menghilangkan monumen yang dianggap tidak estetis. Namun, Dewan Kesenian Banjarmasin mengatakan bahwa pilihan penataan ruang dengan meniadakan monumen tersebut adalah langkah yang ahistoris dan kurang selaras dengan nilai-nilai artistik. Menurut mereka, monumen Kayuh Baimbai bukan sekadar ornamen jalan, melainkan perwujudan visual dari nilai gotong-royong masyarakat yang digubah langsung oleh Maestro Misbach Tamrin. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tiga fakta penting yang membuat kejadian ini berbeda adalah: – Monumen Kayuh Baimbai adalah karya berharga dari seorang maestro perupa Banua, Misbach Tamrin. – Monumen ini memiliki nilai sejarah dan estetika yang signifikan bagi Kota Banjarmasin. – Pemko Banjarmasin menghancurkan monumen tersebut tanpa mempertimbangkan nilai sejarah dan estetika yang dimiliki oleh karya tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menghancurkan monumen Kayuh Baimbai tidak hanya menghilangkan karya seni yang berharga, tetapi juga menghapus lembaran penting sejarah estetika Kota Seribu Sungai. Ini menunjukkan ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap sebuah karya seni yang dihasilkan dari tangan seorang perupa legendaris. Oleh karena itu, Pemko Banjarmasin sebaiknya introspeksi diri dan menerima masukan dari Dewan Kesenian Banjarmasin untuk menghadirkan kembali penanda atau bentuk penghormatan alternatif atas karya Maestro Misbach Tamrin di ruang publik melalui dialog interaktif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk menjaga agar Banjarmasin tidak sampai kehilangan benda-benda bernilai historis yang menjadi jejak sejarah perjalanan Kota Banjarmasin, penataan kota harus dilakukan dengan menyerap masukan dari banyak pihak melalui ruang diskusi yang melibatkan seniman, budayawan, maupun pakar estetika kota. Dengan demikian, kita dapat menjaga agar jejak sejarah Banjarmasin terus dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kolom/1370906/menjaga-jejak-sejarah-banjarmasin, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *