5 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Presiden AS Donald Trump mengkritik Exxon dan Chevron karena meraup laba besar saat harga energi melonjak. Apakah perang Iran memang membuat keduanya raih keuntungan besar?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkritik dua perusahaan minyak dan gas terbesar, ExxonMobil dan Chevron, karena meraup laba besar di tengah harga energi melonjak akibat konflik di Timur Tengah.

Momen Penentu di Menit Akhir

Trump mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan migas memperoleh keuntungan yang sangat besar dari situasi kelangkaan pasokan dan kenaikan harga minyak dunia. Ia berharap perusahaan energi ikut membantu meringankan beban masyarakat dengan menurunkan harga jual bahan bakar minyak di tingkat konsumen. “Perusahaan-perusahaan itu memperoleh keuntungan yang sangat besar. Mereka seharusnya mengembalikan sebagian manfaat tersebut kepada masyarakat melalui harga bahan bakar yang lebih rendah,” ujar Trump.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebutkan bahwa Chevron mencatat laba sekitar 12,2 miliar dolar AS, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sementara itu, ExxonMobil membukukan keuntungan sekitar 14,5 miliar dolar AS, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, laba gabungan kedua perusahaan tersebut melampaui 26 miliar dolar AS hanya dalam satu kuartal.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Lonjakan keuntungan itu terjadi setelah harga minyak dunia mengalami fluktuasi tajam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga minyak mentah Brent sempat melonjak dari kisaran 70 dolar AS per barel menjadi lebih dari 120 dolar AS sebelum akhirnya turun kembali ke sekitar 85 dolar AS per barel. Meski harga minyak mentah mulai menurun, Trump menilai penurunan tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat karena harga bensin di berbagai wilayah Amerika Serikat masih relatif tinggi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan kritiknya, Trump berharap dapat mendorong perusahaan-perusahaan migas untuk lebih peduli dengan dampak keuntungan yang mereka peroleh terhadap masyarakat. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum keuntungan yang besar dari industri migas dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/news/1037290/trump-marah-marah-ke-exxon-dan-chevron-gegara-raup-keuntungan-besar-saat-perang-iran, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *