5 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Kabupaten Batang mencapai 86,3 persen dalam menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, tapi ada 13,7 persen siswa yang belum terjangkau. Apa penyebabnya?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang telah mencapai titik menarik, dengan 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan melayani puluhan ribu penerima manfaat. Meskipun demikian, masih ada sekitar 13,7 persen siswa di Kabupaten Batang yang belum terjangkau oleh program ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Batang, Puji Lestari, mengatakan bahwa sekitar 86,3 persen peserta didik di Kabupaten Batang telah menerima manfaat Program MBG. Namun, masih ada sekitar 13,7 persen siswa yang belum terlayani. “Kalau di kalangan peserta didik, yang belum mendapatkan layanan MBG itu sekitar 13,7 persen. Harapannya nanti seluruh masyarakat sasaran bisa ter-cover,” kata Puji.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menurut Puji, terdapat 97 SPPG yang telah berjalan di Kabupaten Batang. Namun, sejumlah dapur masih mengalami kendala pencairan dana sehingga belum dapat beroperasi secara optimal. “Satu SPPG memang sempat terkendala pencairan dana, dan beberapa lainnya juga belum berjalan karena persoalan yang sama. Ini fenomena yang terjadi secara nasional,” jelasnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Meski demikian, Puji memastikan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh persoalan manajemen maupun pelanggaran operasional. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada SPPG di Kabupaten Batang yang dikenai sanksi suspend. Saat ini, rata-rata satu SPPG melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, sehingga pemerintah terus berupaya menambah cakupan layanan agar seluruh peserta didik dapat menerima Program MBG.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan harapan untuk mencakup seluruh masyarakat sasaran, pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan layanan Program MBG. Meskipun masih ada sekitar 13,7 persen siswa yang belum terjangkau, namun dengan kerja sama yang lebih erat dan efektif, diharapkan seluruh masyarakat sasaran dapat menerima manfaat Program MBG.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/mbangun-batang/1262094/97-sppg-di-batang-beroperasi-tinggal-137-persen-peserta-didik-yang-belum-terjangkau-program-mbg, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *