**Panitia Piala Presiden 2026 Dituding Kurang Peduli Recovery Pemain** Pertandingan final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis 6 Agustus 2026. Namun, analisis dari Prof. Dr. H. Dikdik Zafar Sidik, guru besar FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyatakan bahwa jeda waktu yang singkat antara semifinal dan final dapat merusak kualitas permainan. **Momen Penentu di Menit Akhir: Jadwal Pertandingan yang Mepet** Pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (5/8/2026). Namun, jeda waktu yang singkat antara semifinal dan final dapat merusak kualitas permainan. Menurut aturan FIFA, waktu recovery harus setidaknya 72 jam sebelum pertandingan berikutnya. Dalam kasus ini, jeda waktu antara semifinal dan final hanya 1 hari, sehingga dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan risiko cedera bagi pemain. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Jeda waktu antara semifinal dan final hanya 1 hari, sehingga tidak memenuhi standar FIFA yang mengharuskan waktu recovery minimal 72 jam. 2. Pertandingan semifinal dan final akan digelar di stadion yang sama, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. 3. Kedua tim yang akan bertanding, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, merupakan tim-tim yang kuat di Indonesia dan memiliki pengalaman bermain di kompetisi internasional. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan risiko cedera bagi pemain. Hal ini dapat berdampak pada kualitas permainan dan hasil pertandingan. Selain itu, kondisi ini juga dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pemain, yang merupakan prioritas utama dalam kompetisi olahraga. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Panitia Piala Presiden 2026 harus mempertimbangkan kembali jadwal pertandingan dan memastikan bahwa waktu recovery pemain memenuhi standar FIFA. Dengan demikian, kualitas permainan dan keselamatan pemain dapat dipastikan. Selain itu, panitia juga harus memastikan bahwa stadion yang digunakan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan untuk pemain dan penonton. Dengan demikian, kejadian ini dapat dihindari dan kompetisi dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/superball/1180653/kritik-keras-panitia-piala-presiden-2026-guru-besar-fpok-upi-kurang-recovery-rusak-pemain, without altering the facts of the original article.