9 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
29 Guru Non-ASN di Metro Lampung Terancam Akibat Penonaktifan Dapodik, Nasib Mereka Terancam: Apakah mereka akan kehilangan masa depannya karena keputusan Pemkot Metro?

Momen Penentu di Menit Akhir

29 guru non-ASN di Metro Lampung terancam akibat penonaktifan Dapodik. Menurut Ketua Forum Komunikasi Guru Non-ASN Kota Metro, Anna Zelvia, para guru tersebut tidak akan diakui sebagai tenaga pendidik yang diakui negara jika data mereka tidak aktif di Dapodik. Langkah ini sangat berisiko, karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menjadikan Dapodik sebagai acuan utama dalam menyaring tenaga pendidik yang akan diangkat atau ditata menjadi PPPK.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pemkot Metro telah merumahkan dan menonaktifkan data 29 guru non-ASN dan tenaga kependidikan non-ASN dari Dapodik sejak Februari 2026. Hal ini sangat bertentangan dengan upaya pemerintah pusat dalam menyusun petunjuk teknis agar tidak terjadi pemecatan massal sepihak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyatakan bahwa Dapodik per 31 Desember 2024 akan menjadi acuan utama dalam menyaring tenaga pendidik yang akan diangkat atau ditata menjadi PPPK.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penonaktifan Dapodik akan memiliki dampak yang signifikan bagi 29 guru non-ASN dan tenaga kependidikan non-ASN. Mereka tidak akan dapat mengakses atau didaftarkan ke dalam program-program prioritas nasional, karena keberadaannya tidak akan diakui oleh negara. Hal ini akan membuat mereka kehilangan masa depan sebagai tenaga pendidik yang diakui negara. Menurut Anna Zelvia, satu-satunya jalan agar para guru ini tidak kehilangan masa depannya adalah dengan mengaktifkan kembali akun Dapodik mereka sebelum proses penataan nasional ditutup secara permanen.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Para guru non-ASN dan tenaga kependidikan non-ASN berharap Wali Kota Metro dapat melihat dampak jangka panjang dari kebijakan daerah ini dan segera memulihkan data mereka. Mereka memohon kebijakan Wali Kota agar membuka hatinya dan mengaktifkan kembali akun Dapodik mereka. Dengan demikian, mereka akan dapat kembali mengajar dan tidak kehilangan hak untuk diangkat melalui program pusat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kota Metro belum memberikan keterangan resmi terkait nasib data Dapodik 29 guru tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1215418/nasib-29-guru-non-asn-di-metro-lampung-terancam-akibat-penonaktifan-dapodik, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *