Berita Hari Ini – 07 Mei 2026 | Kementerian Koperasi berencana untuk meresmikan sekitar 30.000 bangunan gedung koperasi merah putih yang sudah siap untuk beroperasi dalam waktu dekat pada tahun ini.
Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Riza Azmi, menjelaskan ada beberapa tahapan atau fase dalam program koperasi merah putih. Fase pertama sudah dilewati, yaitu fase kelembagaan. Sudah terbentuk sekitar 80.000 lebih koperasi merah putih dari sisi kelembagaan, dari sisi badan hukum dan seterusnya.
Sekarang kita masuk ke fase kedua ya, fase pembangunan dan fase operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Saat ini, sudah terbentuk setidaknya 7.000 bangunan koperasi merah putih yang 100 persennya siap beroperasi.
Menurut Riza Azmi, operasional koperasi merah putih itu akan disusul dengan peresmian sekitar 30.000 gedung koperasi merah putih yang siap beroperasi di kisaran Juli-Agustus 2026.
Di Jawa Tengah, setidaknya 73 persen dari keseluruhan koperasi merah putih yang ada di wilayah tersebut sudah beroperasi. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jateng Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 8.523 yang sudah berbadan hukum di Jateng, dan sekitar 73 persennya atau sebanyak 6.271 koperasi desa/kelurahan merah putih sudah beroperasi.
Belum beroperasinya koperasi merah putih tersebut adalah potensi dari usaha yang akan dijalankan, kemudian kolaborasi pengurus dengan kepala desa atau kelurahan.
Saat ini, setidaknya ada modal Rp34,6 miliar dari 8.523 koperasi merah putih di Jateng, terdiri atas simpanan pokok dan wajib.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jateng Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mendorong koperasi merah putih untuk bergerak di sektor produktif dan riil yang perputaran uangnya lebih cepat sehingga bisa terus bertambah.
Beliau juga mengatakan, koperasi merah putih sudah mencapai 73 persen, di atas target nasional yang hanya 60 persen.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap tahun ini bisa mencapai 100 persen.