Gelombang tinggi terjang pesisir Masceti dan Kusamba, Kapal kargo Baruna karam di Padanggalak: Kisah pengungsi dan korban
Belasan warga yang sedang melaksanakan prosesi keagamaan di kawasan pesisir Masceti dan Kusamba, Gianyar, terjepit gelombang besar yang menerjang hingga ke lokasi pelaksanaan upacara. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, ketika warga dari wilayah Tuban, Kabupaten Badung, dan Tedung, Kabupaten Gianyar, tengah mengikuti rangkaian upacara ngelangkir yang dipuput Ida Resi dari Griya Tedung sejak pukul 06.00 Wita.
Momen Penentu di Menit Akhir
Ketika hendak melaksanakan muspa sebagai bagian dari puncak upacara, tiba-tiba gelombang besar menerjang hingga ke lokasi pelaksanaan upacara. Gelombang besar datang menghantam kawasan bibir pantai di kawasan tersebut. Tak hanya menerjang sarana upacara, ombak juga menghantam warga yang berada di dekat pesisir. Sejumlah pemedek bahkan terhempas hingga ke pinggir pantai.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Kuatnya hempasan ombak membuat sarana upacara dan sejumlah peserta terdorong. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang peserta upacara bernama Mangku Reging (75) mengalami luka lecet. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba untuk mendapatkan penanganan medis.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Peristiwa tersebut juga membuat sejumlah warga yang berada di lokasi mengalami trauma. Koordinator Balawista Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, I Wayan ‘Join’ Hermanto mengatakan, gelombang mulai membesar sekitar pukul 07.30 Wita. Kondisi gelombang masih cukup tinggi hingga sekitar pukul 09.00 Wita. “Tadi (kemarin) sempat terjadi insiden di Pantai Masceti. Ada pemedek yang diterjang ombak besar. Astungkara selamat, tetapi mengalami sedikit trauma,” ujar Join.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Tinggi gelombang diperkirakan mencapai dua hingga tiga meter. Menurut Join, gelombang tinggi tidak hanya terjadi di Pantai Masceti. Sejumlah kawasan pesisir di Kabupaten Gianyar juga mengalami kondisi serupa. Peristiwa ini menunjukkan bahwa warga di Gianyar masih perlu waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.
Dengan kejadian ini, pihak BPBD dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi bencana alam seperti gelombang tinggi di masa depan. Selain itu, warga juga perlu menyadari bahwa mereka harus siap menghadapi bencana alam dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya.
Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, kita dapat mengurangi dampak bencana alam dan membuat kehidupan lebih aman.
Tak lupa, perlu diingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, kita harus selalu siap dan waspada terhadap potensi bencana alam.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/602998/gelombang-tinggi-terjang-pesisir-masceti-dan-kusamba-bali-kapal-kargo-baruna-karam-di-padanggalak, without altering the facts of the original article.