14 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Newport menyampaikan permintaan maaf atas tantangan menghafal Alquran di booth festival musik yang menimbulkan polemik. Apa yang sebenarnya terjadi di booth tersebut?

**Manajemen Booth Minta Maaf Setelah Challenge Hafalan Surat Alquran di Acara Miras** **Pembuka** Kemarin, video viral di media sosial menunjukkan sebuah challenge hafalan surat Alquran di salah satu booth festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Video tersebut menimbulkan kecaman masyarakat dan meminta maaf dari manajemen booth. **Momen Penentu di Menit Akhir** Challenge hafalan surat Alquran tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) saat gelaran The Sounds Project di kawasan Ancol, Pademangan. Menurut Liputan6, video yang beredar memperlihatkan aktivitas tantangan hafalan Alquran di area booth sponsor. Aktivitas tersebut menuai kecaman karena peserta disebut mendapatkan hadiah berupa minuman keras (miras). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Manajemen Newport kemudian memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan penyesalan atas kejadian yang dianggap telah menimbulkan keresahan dan menyinggung perasaan sejumlah pihak. Dalam keterangan resminya, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dalam penjelasannya, Newport membantah bahwa tantangan menghafal surat Alquran tersebut merupakan kegiatan yang dirancang sebagai bagian dari strategi pemasaran perusahaan. Manajemen menyatakan aktivitas itu tidak tercantum dalam konsep promosi maupun program resmi yang disiapkan Newport untuk acara tersebut. “Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport,” tulis mereka. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Newport juga mengakui terdapat kekurangan dalam pengawasan selama kegiatan berlangsung. Salah satu persoalan yang disebut dalam pernyataan resmi adalah adanya pengunjung yang dapat mengambil alih mikrofon yang digunakan pembawa acara atau MC. “Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan,” lanjut pernyataan tersebut. **Penutup** Newport menyatakan akan lebih berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan promosi berikutnya. Perusahaan juga menyatakan telah melakukan evaluasi internal terkait kejadian tersebut dan telah mengambil tindakan terhadap personel yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Selain itu, standar operasional prosedur (SOP) akan diperkuat dan koordinasi dengan seluruh mitra yang terlibat dalam kegiatan lapangan akan ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian serupa. **Koordinasi dengan Kepolisian** Di tengah polemik tersebut, kepolisian turut menelusuri video yang diduga berkaitan dengan dugaan penistaan agama dalam kegiatan festival musik tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan aparat telah mengumpulkan informasi awal dari lokasi kejadian. “Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan terkait video viral dugaan penistaan agama dalam kegiatan festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, pada 9 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIB,” ujar Budi Hermanto. **Kesimpulan** Dengan demikian, kejadian tersebut merupakan sebuah pelajaran bagi perusahaan dan pihak terkait untuk lebih berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan promosi dan memperkuat standar operasional prosedur untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.brilio.net/serius/challenge-hafalan-surat-alquran-di-booth-brand-miras-tuai-polemik-manajemen-sampaikan-permintaan-maaf-2608129.html, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *