Pernah mendengar istilah desil 1 sampai 10 ketika sedang mengecek data bantuan sosial atau bansos? Bagi sebagian masyarakat, istilah ini mungkin masih terdengar asing. Padahal, desil sebenarnya cukup penting untuk dipahami, terutama karena berkaitan dengan pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Saat melihat hasil pengecekan data, kamu mungkin menemukan keterangan seperti desil 2, desil 4, desil 5, atau bahkan desil 10. Lalu muncul pertanyaan, “Apa maksudnya?” dan “Apakah desil menentukan saya mendapatkan bansos?”
Tenang, tidak perlu bingung.
Secara sederhana, desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan. Sebaliknya, semakin besar angkanya, semakin tinggi posisi kesejahteraannya.
Dalam sistem data sosial ekonomi pemerintah, pembagian ini membantu pemerintah menentukan sasaran berbagai program agar lebih tepat.
Nah, supaya lebih mudah dipahami, berikut panduan lengkap mengenai desil 1-10, cara mengeceknya, serta hal-hal penting yang perlu diketahui.
Apa Itu Desil 1-10?
Bayangkan masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonominya.
Kelompok paling bawah disebut desil 1, kemudian desil 2, desil 3, dan seterusnya hingga desil 10.
Dengan kata lain:
- Desil 1: kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok berikutnya.
- Desil 3: kelompok berikutnya.
- Desil 4: masuk dalam 40 persen terbawah.
- Desil 5: berada di kelompok tengah.
- Desil 6: tingkat kesejahteraannya lebih tinggi dibandingkan desil 1-5.
- Desil 7: kelompok kesejahteraan lebih tinggi.
- Desil 8: kelompok kesejahteraan tinggi.
- Desil 9: kelompok 20 persen teratas.
- Desil 10: kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Jadi, angka desil bukan nomor urut penerima bantuan.
Kalau seseorang mendapatkan desil 3, bukan berarti dia penerima bansos nomor tiga. Begitu pula desil 10 bukan berarti mendapatkan bantuan paling besar.
Desil menunjukkan posisi keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan sosial ekonomi.
Apa Arti Desil 1?
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Karena berada pada kelompok terbawah, desil 1 menjadi salah satu kelompok yang sangat diperhatikan dalam kebijakan perlindungan sosial.
Masyarakat yang berada pada kelompok ini dapat menjadi sasaran berbagai program pemerintah sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Namun, penting untuk diingat bahwa desil 1 bukan jaminan otomatis mendapatkan semua jenis bansos.
Setiap program mempunyai kriteria penerima masing-masing.
Bagaimana dengan Desil 2 dan 3?
Desil 2 dan desil 3 juga termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.
Kedua kelompok tersebut masih berada dalam bagian 30 persen terbawah berdasarkan pemeringkatan.
Karena itu, kelompok ini dapat menjadi sasaran program perlindungan sosial tertentu.
Kalau hasil pengecekan menunjukkan kamu berada di desil 2 atau 3, jangan langsung menyimpulkan bahwa bantuan pasti cair. Sebaiknya periksa juga status kepesertaan dan program bantuan yang tersedia.
Desil 4, Apakah Masih Bisa Mendapat Bansos?
Desil 4 berada dalam kelompok 40 persen terbawah.
Informasi pada layanan resmi Cek Bansos Kemensos menyebutkan bahwa desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako, sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.
Ini membuat desil 1-4 cukup sering dibicarakan ketika masyarakat mencari informasi mengenai bansos.
Tetapi sekali lagi, kata yang perlu diperhatikan adalah “dapat diusulkan”.
Artinya, status desil tidak otomatis berarti bantuan langsung diterima.
Masih ada proses dan persyaratan lain yang harus dipenuhi.
Lalu Apa Arti Desil 5?
Desil 5 berada di posisi tengah dalam pembagian 10 kelompok.
Menurut informasi pada layanan Cek Bansos Kemensos, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK, tentunya sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadi, jangan menganggap bahwa desil 5 berarti seseorang sudah pasti tidak mendapatkan program pemerintah.
Program pemerintah memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda-beda.
Desil 6 sampai 10
Bagaimana dengan masyarakat yang berada di desil 6, 7, 8, 9, atau 10?
Kelompok tersebut berada pada posisi kesejahteraan yang lebih tinggi dalam pemeringkatan dibandingkan desil 1 sampai 5.
Desil 6 berada di atas kelompok tengah.
Desil 7 menunjukkan posisi yang lebih tinggi lagi.
Desil 8 termasuk kelompok kesejahteraan relatif tinggi.
Desil 9 berada dalam kelompok 20 persen teratas.
Sementara itu, desil 10 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Jadi, jangan sampai terbalik.
Desil 1 berarti posisi kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 berarti posisi paling tinggi.
Apa yang Menentukan Seseorang Masuk Desil Tertentu?
Mungkin kamu bertanya-tanya, “Kenapa saya bisa masuk desil 4, sementara tetangga saya masuk desil 6?”
Penentuan desil tidak hanya berdasarkan satu faktor.
Kondisi sosial ekonomi keluarga dapat dilihat dari berbagai informasi. Di antaranya mencakup pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Artinya, pengelompokan tidak hanya melihat berapa penghasilan seseorang setiap bulan.
Kondisi rumah tangga secara keseluruhan juga menjadi bagian dari gambaran sosial ekonomi.
Karena itulah, dua keluarga yang terlihat memiliki kondisi hampir sama belum tentu mendapatkan desil yang sama.
Apakah Desil Menentukan Penerima Bansos?
Ini adalah pertanyaan yang sangat penting.
Jawabannya: desil dapat menjadi salah satu dasar penentuan sasaran bantuan, tetapi bukan berarti setiap orang otomatis mendapatkan bansos.
Misalnya kamu berada di desil 2.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa keluarga berada dalam kelompok kesejahteraan yang rendah.
Namun, apakah otomatis mendapatkan PKH?
Belum tentu.
Pemerintah tetap melihat kriteria dan ketentuan program.
Begitu juga dengan bantuan Sembako atau program lainnya.
Jadi, jangan hanya melihat angka desil. Perhatikan juga status penerima manfaat dan jenis bantuan yang tercantum dalam sistem.
Cara Cek Desil Secara Online
Buat kamu yang penasaran dengan status desil sendiri, pengecekan dapat dilakukan melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Sebelum melakukan pengecekan, siapkan NIK 16 digit yang tercantum pada KTP.
Secara umum, langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Siapkan KTP
Pastikan NIK mudah dibaca dan sesuai dengan data kependudukan.
2. Buka situs resmi Cek Bansos
Gunakan alamat resmi, bukan situs atau tautan yang dikirim oleh orang tidak dikenal.
3. Masukkan NIK
Ketik 16 digit NIK pada kolom yang tersedia.
4. Isi kode verifikasi
Masukkan kode yang ditampilkan oleh sistem.
5. Klik “Cari Data”
Setelah itu, tunggu sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika data tersedia, kamu dapat membaca informasi yang ditampilkan, termasuk keterangan mengenai data sosial ekonomi dan informasi bantuan sesuai yang tersedia di sistem.
Kenapa Sebaiknya Menggunakan Situs Resmi?
Saat ini banyak informasi mengenai bansos beredar melalui WhatsApp, Facebook, TikTok, dan media sosial lainnya.
Tidak semuanya benar.
Bahkan, ada pihak yang memanfaatkan informasi bansos untuk meminta data pribadi masyarakat.
Karena itu, ketika ingin mengecek desil, jangan sembarangan memasukkan NIK, nomor KK, foto KTP, atau data pribadi lainnya ke situs yang tidak jelas.
Gunakan layanan resmi pemerintah.
Kalau ada seseorang yang mengaku bisa menaikkan atau menurunkan desil dengan meminta sejumlah uang, kamu juga perlu berhati-hati.
Bagaimana Kalau Desil Tidak Sesuai?
Bagaimana kalau hasil pengecekan menunjukkan desil yang menurutmu tidak sesuai dengan kondisi keluarga saat ini?
Tidak perlu langsung panik.
Data sosial ekonomi bersifat dinamis dan dapat diperbarui.
Kondisi sebuah keluarga bisa berubah dari waktu ke waktu. Misalnya, seseorang yang sebelumnya bekerja kemudian kehilangan pekerjaan. Bisa juga terjadi perubahan jumlah anggota keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, atau kepemilikan aset.
Jika merasa ada data yang tidak sesuai, masyarakat dapat menggunakan jalur resmi untuk mengajukan pembaruan data, antara lain melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial sesuai mekanisme yang berlaku.
Yang paling penting adalah memberikan informasi yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
Apakah Desil Bisa Berubah?
Jawabannya, bisa.
Desil bukan angka yang harus selalu sama sepanjang hidup.
Kondisi sosial ekonomi seseorang dapat berubah.
Misalnya, sebuah keluarga sebelumnya berada pada desil 4. Kemudian kondisi ekonominya membaik secara signifikan. Setelah pemutakhiran data, posisi tersebut dapat berubah.
Sebaliknya, keluarga yang mengalami penurunan kondisi ekonomi juga dapat mengalami perubahan posisi setelah data diperbarui dan dihitung kembali.
Itulah mengapa data sosial ekonomi perlu diperbarui secara berkala.
Jangan Menganggap Desil sebagai Label Kehidupan
Satu hal yang juga penting untuk dipahami adalah bahwa desil bukan ukuran harga diri seseorang.
Masuk desil 1 bukan berarti seseorang lebih rendah sebagai manusia.
Begitu pula berada di desil 10 bukan berarti kehidupan seseorang pasti sempurna.
Desil hanyalah bagian dari sistem pengelompokan data sosial ekonomi.
Kondisi kehidupan seseorang dapat berubah dan tidak bisa sepenuhnya digambarkan hanya melalui satu angka.
Jadi, jangan menggunakan informasi desil untuk membandingkan atau merendahkan orang lain.
Bedakan Desil dengan Status Bansos
Ini juga sering membuat masyarakat keliru.
Desil dan status bansos adalah dua hal yang berbeda.
Desil menggambarkan posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan.
Sementara status bansos menunjukkan apakah seseorang tercatat sebagai penerima atau memiliki status tertentu dalam program bantuan.
Karena itu, ketika mengecek data, jangan hanya melihat angka desil.
Perhatikan juga informasi lain yang ditampilkan oleh sistem.
Tips Aman Saat Cek Desil
Supaya proses pengecekan tetap aman, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan.
Pertama, gunakan situs resmi pemerintah.
Kedua, jangan memberikan NIK kepada orang yang tidak dikenal.
Ketiga, jangan membayar seseorang yang mengaku bisa menjamin bansos cair.
Keempat, jangan percaya begitu saja pada pesan berantai.
Kelima, cek informasi melalui sumber resmi jika menemukan informasi yang meragukan.
Keenam, jika data tidak sesuai, gunakan jalur pembaruan resmi.
Dengan cara tersebut, kamu bisa mengecek informasi tanpa perlu khawatir menjadi korban penipuan.
Ringkasan Desil 1 sampai 10
Supaya lebih gampang diingat, berikut gambaran sederhananya:
| Desil | Gambaran posisi kesejahteraan |
|---|---|
| Desil 1 | 10 persen terbawah |
| Desil 2 | Kelompok kesejahteraan rendah |
| Desil 3 | Masih dalam 30 persen terbawah |
| Desil 4 | Masuk 40 persen terbawah |
| Desil 5 | Kelompok tengah |
| Desil 6 | Di atas kelompok tengah |
| Desil 7 | Kelompok kesejahteraan lebih tinggi |
| Desil 8 | Kelompok kesejahteraan tinggi |
| Desil 9 | Masuk 20 persen teratas |
| Desil 10 | 10 persen teratas |
Tabel tersebut merupakan gambaran sederhana agar lebih mudah memahami urutannya. Untuk menentukan kelayakan suatu program, tetap gunakan ketentuan resmi program terkait.
Kesimpulan
Cek desil 1-10 sebenarnya tidak perlu membuat bingung. Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi.
Desil 1 berada pada posisi paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada posisi paling tinggi.
Desil 1 sampai 4 termasuk kelompok yang menjadi sasaran penting dalam penentuan beberapa program perlindungan sosial. Namun, status desil bukan jaminan otomatis mendapatkan bansos. Setiap program mempunyai kriteria dan mekanisme masing-masing.
Untuk mengetahui data sendiri, masyarakat dapat menggunakan layanan resmi Cek Bansos Kemensos dan melakukan pencarian menggunakan NIK sesuai KTP.
Kalau hasilnya belum sesuai dengan kondisi sekarang, jangan buru-buru khawatir. Data sosial ekonomi dapat mengalami pembaruan karena kondisi keluarga juga bisa berubah.
Yang paling penting, gunakan sumber resmi, jaga kerahasiaan NIK, dan jangan mudah percaya pada pihak yang meminta uang dengan alasan bisa mengubah desil atau menjamin bantuan cair.
Dengan memahami arti desil 1 sampai 10, kamu akan lebih mudah membaca informasi bansos dan tidak lagi bingung ketika menemukan istilah tersebut di layanan pemerintah.
Cek datanya dengan tenang, pahami hasilnya, dan pastikan selalu menggunakan jalur resmi.
Penulis:Deka Pratiwi