Prof Warul Walidin, Legenda Motivasi Indonesia, Meninggal Dunia Pulang ke rahmatullah, Prof Dr Warul Walidin AK, MA, mantan rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar kampus dan masyarakat Aceh. Ia berpulang pada usia 67 tahun akibat masalah kesehatan: sumbatan pada pembuluh darah jantung. Momen Penentu di Menit Akhir Pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 08.30 WIB, Prof Warul Walidin berpulang di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Ia meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam bidang pendidikan dan keislaman. Sosoknya sebagai motivator andal telah menginspirasi banyak prestasi, dan nasihatnya yang bijak masih terus menghidupkan hati banyak orang. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Lahir di Desa Mamplam, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, pada 12 November 1958, Warul Walidin menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Nomor 2 Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, dan selesai pada 1970. Ia kemudian melanjutkan pendidikan agama di Dayah Al-Falah, Simpang Tiga, Pidie, dan pengalaman di dayah ini membentuk fondasi keislamannya yang kuat. Warul menempuh pendidikan di PGAN 4 Sigli pada tahun 1975 dan PGAN 6 pada 1977, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry. Apa Artinya Ini ke Depan? Pengalaman akademik dan kepemimpinannya kemudian mengantarkan Warul sebagai Ketua Jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah pada periode 1997â2000. Pengabdian Warul di IAIN/UIN Ar-Raniry berlangsung selama lebih dari empat dekade. Kampus memercayainya menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah pada 2000â2001. Warul juga pernah mengikuti studi singkat dalam Program Indonesian Netherlands Cooperation in Islamic Studies (INIS) di Faculty of Arts, Leiden University, Belanda. Warul sebagai motivator andal telah menginspirasi banyak prestasi, dan nasihatnya yang bijak masih terus menghidupkan hati banyak orang. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Prof Warul Walidin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kampus dan masyarakat Aceh. Bagi mereka, ia adalah akademisi, pemimpin perguruan tinggi, dan intelektual yang aktif dalam berbagai ruang pengabdian publik. Sosoknya sebagai motivator andal telah menginspirasi banyak prestasi, dan nasihatnya yang bijak masih terus menghidupkan hati banyak orang. âSeberapa besar persoalan yang kita hadapi, kita harus selalu melihat dari sisi positif, sehingga tidak ada ruang dalam diri kita untuk menyimpan dendam.â Itu salah satu nasihatnya yang saya kenang. Kata-kata Prof Warul Walidin yang bijak masih terus menghidupkan hati banyak orang. Ia meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar kampus dan masyarakat Aceh, tetapi juga meninggalkan warisan yang akan terus hidup dalam hati mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/opini/1038683/in-memoriam-prof-warul-walidin-motivator-andal-yang-prestatif, without altering the facts of the original article.