Rekomendasi Kuliner Legendaris di Sekitar Istana Merdeka yang Sering Disinggahi Warga
Kawasan Istana Merdeka di Jakarta Pusat bukan hanya menjadi pusat pemerintahan dan saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Lebih dari itu, area di sekeliling jantung ibu kota ini menyimpan kekayaan kuliner legendaris yang telah bertahan selama puluhan tahun. Dari deretan warung sederhana hingga kedai klasik bergaya kolonial, destinasi kuliner di sekitar Istana Merdeka menawarkan kelezatan otentik yang tak lekang oleh waktu.
Bagi warga Jakarta maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke kawasan Gambir, Pasar Baru, hingga Harmoni, berburu kuliner di sekitar Istana Merdeka adalah agenda wajib. Banyak dari tempat makan ini yang menjadi langganan para pejabat, pegawai kantoran, hingga masyarakat umum lintas generasi. Artikel ini akan mengulas secara lengkap rekomendasi kuliner legendaris di sekitar Istana Merdeka yang wajib Anda cicipi kelezatannya.
Es Ragusa Es Italia: Cita Rasa Es Krim Klasik Sejak 1932
Membicarakan kuliner legendaris di dekat Istana Merdeka tak lengkap tanpa menyebut Ragusa Es Italia. Berlokasi di Jalan Veteran I, tempat ini berjarak sangat dekat dengan Istana Negara dan Kompleks Istana Merdeka. Didirikan oleh dua bersaudara asal Italia, Luigi dan Vincenzo Ragusa, pada tahun 1932, kedai ini mempertahankan resep es krim tradisional tanpa bahan pengawet.
Ciri khas es krim Ragusa terletak pada teksturnya yang lembut dan rasa manis yang alami. Menu paling favorit dan ikonik di sini adalah Spaghetti Ice Cream, yaitu es krim vanila yang dicetak menyerupai mi spaghetti, disiram saus cokelat, dan ditaburi kacang serta sukade. Selain itu, Anda juga bisa mencoba Cassata Siciliana atau Banana Split yang segar. Suasana kedai yang masih mempertahankan interior klasik dengan foto-foto Jakarta tempo dulu akan membawa Anda bernostalgia ke era masa lalu.
Soto Betawi H. Ma’ruf: Kelezatan Kuah Santan Rempah yang Gurih
Soto Betawi merupakan salah satu makanan khas Jakarta yang paling dicari. Di kawasan dekat Istana Merdeka, Soto Betawi H. Ma’ruf menjadi salah satu destinasi paling legendaris. Berdiri sejak era 1940-an, usaha kuliner ini telah melayani berbagai generasi, termasuk para tokoh bangsa dan pejabat negara.
Keunggulan Soto Betawi H. Ma’ruf terletak pada kuahnya yang kaya akan rempah-rempah pilihan. Perpaduan antara santan dan susu memberikan tekstur kuah yang gurih, renyah, dan tidak bikin enek. Potongan daging sapi, paru, babat, dan usus dimasak hingga empuk sehingga bumbu meresap sempurna. Disajikan bersama emping renyah, perasan jeruk limau, dan sambal cabai rawit, hidangan ini sangat cocok dinikmati untuk makan siang setelah puas berwisata sejarah di sekitar Istana.
Bakmi Gang Kelinci: Cita Rasa Mi Legendaris Pasar Baru
Bergeser sedikit ke kawasan Pasar Baru yang berjarak cukup dekat dari Istana Merdeka, terdapat kedai mi legendaris bernama Bakmi Gang Kelinci. Mulai berjualan sejak tahun 1957 dari sebuah gerobak sederhana di gang kecil, kini Bakmi Gang Kelinci telah berkembang menjadi salah satu ikon kuliner mi paling populer di Jakarta.
Satu porsi Bakmi Gang Kelinci disajikan dengan mi yang kenyal, ditaburi daging ayam cincang gurih, jamur, serta kuah kaldu yang hangat dan harum. Kelezatan racikan bumbunya konsisten dari dulu hingga sekarang. Selain mi ayam, kedai ini juga menyajikan beragam hidangan khas Tionghoa (Chinese food) seperti pangsit goreng renyah, bakso goreng, dan dimsum yang semakin melengkapi pengalaman santap Anda.
Nasi Uduk Kota Intan: Santapan Malam Favorit Warga
Jika Anda mencari kuliner malam di sekitar kawasan Istana Merdeka dan Gambir, Nasi Uduk Kota Intan adalah jawabannya. Berlokasi di kawasan Kyai Tapa/Kramat Raya tak jauh dari Istana, warung nasi uduk tenda ini selalu ramai disinggahi pengunjung setiap malam.
Nasi uduk di sini terkenal sangat harum berkat penggunaan beras berkualitas yang dimasak bersama santan, daun salam, serai, dan rempah pilihan. Pilihan lauk pendampingnya sangat beragam, mulai dari ayam goreng kuning, tahu dan tempe bacem, jeroan sapi, hingga bebek goreng. Semuanya dimasak dengan bumbu meresap dan digoreng mendadak saat dipesan. Dilengkapi dengan sambal kacang yang pedas-manis serta taburan bawang goreng renyah, Nasi Uduk Kota Intan siap memanjakan lidah Anda.
Gado-Gado Direksi: Kuliner Langganan Pejabat dan Tokoh Negara
Terletak di kawasan Jalan Pinangsia (tak jauh dari jalur akses utama Jakarta Pusat menuju Istana), Gado-Gado Direksi telah berdiri sejak tahun 1967. Nama “Direksi” sendiri melekat karena dahulu kedai gado-gado ini sering menjadi langganan para direktur bank dan pejabat tinggi negara, termasuk para petinggi yang berkantor di sekitar kawasan Istana.
Rahasia kelezatan Gado-Gado Direksi terletak pada saus kacangnya yang diulek secara tradisional menggunakan kacang tanah pilihan berukuran besar. Bumbu kacangnya terasa gurih, sedikit manis, dan sangat halus. Sayuran yang digunakan pun selalu segar, mulai dari kangkung, tauge, kacang panjang, hingga kentang rebus. Tambahan tahu goreng, tempe, telur rebus, serta kerupuk udang menjadikan hidangan gado-gado ini sangat memuaskan dan sehat.
Kedai Tjiptaningati dan Warung Kopi Klasik Sekitar Veteran
Di sepanjang Jalan Veteran yang berbatasan langsung dengan area utara Istana Merdeka, terdapat beberapa kedai kopi dan tempat makan bernuansa nostalgia. Tempat-tempat ini sering menjadi titik kumpul para pekerja media, pegawai kementerian, serta warga yang ingin menikmati suasana sore Jakarta Pusat yang rindang.
Menikmati secangkir kopi hitam manis bersama camilan tradisional seperti singkong goreng atau pisang bakar di kawasan ini memberikan sensasi tersendiri. Angin sepoi-sepoi dan pemandangan pepohonan tua di sekitar kompleks Istana menciptakan atmosfer santai di tengah kesibukan kota metropolitan.
Tips Berburu Kuliner Legendaris di Sekitar Istana Merdeka
Agar petualangan kuliner Anda berjalan lancar dan menyenangkan, ada beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan saat menjelajahi area sekitar Istana Merdeka:
- Datang di Luar Jam Sibuk: Tempat-tempat makan legendaris ini selalu dipadati pengunjung, terutama pada jam makan siang kantor (12.00–13.00 WIB). Datanglah lebih awal sekitar pukul 11.00 WIB atau setelah pukul 14.00 WIB agar tidak perlu mengantre terlalu lama.
- Gunakan Transportasi Publik: Mengingat area Istana Merdeka merupakan kawasan dengan pengamanan ketat dan lahan parkir yang terbatas, gunakan transportasi umum seperti TransJakarta (turun di Halte Monas, Harmoni, atau Juanda) atau KRL Commuter Line (turun di Stasiun Juanda atau Gambir).
- Siapkan Uang Tunai: Walaupun beberapa kedai besar sudah menerima pembayaran digital (QRIS/Kartu), menyediakan uang tunai secukupnya tetap disarankan untuk mempercepat transaksi di kedai-kedai tradisional.
- Perhatikan Jam Operasional: Setiap tempat memiliki jam operasional yang berbeda. Kedai es krim seperti Ragusa biasanya buka mulai siang hari, sedangkan kedai nasi uduk umumnya baru beroperasi pada sore hingga malam hari.
Alasan Kuliner Legendaris Istana Selalu Dicintai Warga
Keberhasilan kuliner di sekitar Istana Merdeka dalam mempertahankan eksistensinya hingga berpuluh-puluh tahun bukan tanpa alasan. Faktor utama adalah konsistensi rasa. Sebagian besar kedai tetap menggunakan resep autentik yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi tanpa mengubah bahan baku utama.
Selain itu, nilai historis yang melekat pada setiap tempat makan menjadi daya tarik tersendiri. Menyantap hidangan di tempat yang pernah dikunjungi oleh para pendiri bangsa atau tokoh penting memberikan pengalaman kultural yang unik. Kuliner di sekitar Istana Merdeka terbukti berhasil menyatukan seluruh lapisan masyarakat melalui kelezatan masakan Nusantara yang jujur dan kaya rasa.
Jelajah kuliner di sekitar Istana Merdeka bukan sekadar kegiatan mengenyangkan perut, melainkan sebuah perjalanan menikmati sejarah dan kebudayaan Jakarta. Dari segarnya Es Ragusa, gurihnya Soto Betawi H. Ma’ruf, hingga kelezatan Bakmi Gang Kelinci, setiap hidangan menyimpan cerita manis yang terus hidup di tengah modernisasi kota.
Jika Anda sedang berada di pusat kota Jakarta, sempatkanlah waktu untuk mampir ke destinasi-destinasi kuliner legendaris tersebut. Nikmati kelezatan rasa autentik yang telah memanjakan lidah warga Jakarta selama berpuluh-puluh tahun di sekeliling kawasan paling bersejarah di Indonesia.
Penulis : Sahida Amalia