18 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
85% konektivitas Pulih di NTT, TelkomGroup percepat perbaikan pasca gempa dengan tim darurat 24/7. Cari tahu bagaimana upaya ini memengaruhi layanan internet di pulau-pulau terpencil.

85% Konektivitas Pulih di NTT, TelkomGroup Percepat Perbaikan Pascagempa dengan Tim Darurat yang Siap 24/7

Gempa 7,4 SR Memicu Krisis Konektivitas di Nusa Tenggara Timur

Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa bumi magnitude 7,4 SR mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa ini menimbulkan kerusakan pada infrastruktur telekomunikasi, termasuk menurunnya kualitas layanan mobile dan fixed broadband di beberapa titik terdampak. Kerusakan pada menara seluler, kabel fiber optik, serta sistem pendingin data center menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan TelkomGroup, jaringan terbesar di Indonesia. Sebagai akibatnya, banyak warga NTT mengalami keterputusan komunikasi penting, menghambat upaya evakuasi dan koordinasi bantuan.

Reaksi Cepat TelkomGroup: Tim Darurat 24/7 Siap Menangani Perbaikan

Merespons krisis, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan pembentukan Tim Darurat 24/7 yang bertugas melakukan inspeksi, perbaikan, dan pemulihan infrastruktur secepat mungkin. Tim ini terdiri dari teknisi jaringan, insinyur telekomunikasi, serta staf logistik yang dilengkapi dengan peralatan pemulihan darurat. Setiap shift diatur sedemikian rupa agar tidak ada jeda waktu, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara terus menerus selama 24 jam.

Dalam upaya mempercepat pemulihan, Telkom berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain, serta pihak swasta yang memiliki fasilitas infrastruktur di NTT. Kerjasama ini mencakup pemanfaatan fasilitas telekomunikasi milik BUMN lain, peminjaman peralatan, dan alokasi sumber daya manusia tambahan. Selain itu, Telkom memanfaatkan sistem pemantauan jaringan berbasis AI untuk mengidentifikasi titik-titik kritis yang memerlukan perbaikan paling mendesak.

Proses Pemulihan: Dari Inspeksi ke Reinstalasi

Langkah pertama yang dilakukan oleh Tim Darurat adalah inspeksi visual dan pengukuran sinyal di seluruh wilayah terdampak. Teknisi menggunakan drone untuk memeriksa menara seluler yang sulit dijangkau secara manual. Setelah identifikasi titik kerusakan, mereka segera memulai proses perbaikan. Pada menara seluler yang terkena dampak, perbaikan meliputi penggantian antena, pemeliharaan sistem pendingin, serta pengaturan ulang konfigurasi jaringan.

Di sisi kabel fiber optik, Telkom mengalokasikan tim khusus untuk melakukan pemulihan. Mereka memanfaatkan metode pemulihan “fiber splice” cepat, yang memungkinkan pemulihan jalur data dalam hitungan jam. Untuk jaringan data center, teknisi Telkom memprioritaskan pemulihan sistem pendingin dan backup power, sehingga layanan internet tetap tersedia bagi pelanggan bisnis yang sangat bergantung pada konektivitas stabil.

Hasil Awal: 85% Konektivitas Pulih

Setelah 48 jam operasi intensif, Telkom melaporkan bahwa 85% konektivitas di NTT telah pulih. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kondisi sebelum gempa, di mana hanya sekitar 40% jaringan yang berfungsi. Peningkatan ini mencakup peningkatan sinyal seluler, kecepatan internet broadband, serta stabilitas layanan digital seperti aplikasi perbankan dan e-commerce.

Warga NTT yang sebelumnya tidak dapat mengakses layanan telekomunikasi kini dapat kembali terhubung. Hal ini mempermudah proses koordinasi antar lembaga bantuan, memudahkan keluarga korban mencari informasi, serta mempercepat distribusi bantuan material. Selain itu, pemulihan jaringan juga mendukung kegiatan ekonomi lokal yang terganggu akibat gempa, seperti perdagangan online dan layanan transportasi.

Dampak Sosial dan Ekonomi dari Kegagalan Koneksi

Kerusakan jaringan telekomunikasi tidak hanya memengaruhi komunikasi pribadi, tetapi juga berdampak luas pada sektor ekonomi dan sosial. Banyak usaha kecil dan menengah di NTT yang bergantung pada sistem pembayaran digital dan platform e-commerce mengalami penurunan pendapatan. Selain itu, lembaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintah kesulitan dalam menjalankan tugasnya tanpa akses data yang stabil.

Dalam konteks ini, pemulihan jaringan menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah dan lembaga bantuan internasional. Kerjasama lintas sektor, termasuk dukungan dari perusahaan telekomunikasi swasta, menjadi kunci untuk meminimalisir dampak jangka panjang. Dengan 85% konektivitas yang pulih, NTT kini dapat lebih fokus pada pemulihan infrastruktur fisik lainnya, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik.

Strategi Jangka Panjang: Membangun Resiliensi Infrastruktur

TelkomGroup tidak hanya fokus pada pemulihan cepat, tetapi juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur. Salah satu inisiatifnya adalah penguatan jaringan “smart grid” dan penggunaan teknologi 5G yang lebih tahan terhadap gangguan. Selain itu, Telkom berencana mengimplementasikan sistem redundansi, seperti jaringan mesh dan backup power yang terintegrasi dengan energi terbarukan.

Di samping itu, Telkom juga bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan program pelatihan bagi teknisi lokal. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di NTT, sehingga ketika terjadi bencana di masa depan, respon cepat dan perbaikan dapat dilakukan secara lebih mandiri. Melalui pelatihan ini, komunitas lokal juga akan lebih siap menghadapi situasi darurat, baik dari segi teknis maupun manajerial.

Peran Tim Darurat 24/7 dan Kesiapan Personel

Keberhasilan pemulihan ini tidak lepas dari kesiapan dan komitmen Tim Darurat 24/7. Setiap anggota tim menjalankan tugasnya dengan standar keselamatan yang tinggi, mengingat kondisi gempa yang masih menimbulkan risiko struktural. Tim ini juga dilengkapi dengan peralatan pelindung diri, serta sistem komunikasi internal yang memungkinkan koordinasi real-time antara lokasi kerja dan pusat kendali.

Selain itu, Telkom menegaskan pentingnya pelatihan rutin bagi seluruh personel, termasuk simulasi bencana dan prosedur evakuasi. Hal ini memastikan bahwa setiap teknisi tidak hanya memiliki keahlian

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://nasional.tempo.co/read/2117695/telkomgroup-terus-percepat-perbaikan-layanan-pascagempa-ntt-85-persen-konektivitas-pulih, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *