Pertandingan Sassuolo vs Cesena menjadi salah satu duel yang menarik perhatian penggemar sepak bola Italia pada awal musim 2026/2027. Kedua tim bertemu dalam ajang Coppa Italia 2026/2027 di Mapei Stadium-Città del Tricolore, Reggio Emilia.
Pertandingan yang digelar pada Senin, 17 Agustus 2026 waktu Italia atau Selasa dini hari WIB tersebut berlangsung menarik. Sassuolo yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampil dominan dan akhirnya berhasil mengalahkan Cesena dengan skor 3-0.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Sassuolo melangkah ke babak berikutnya Coppa Italia. Kemenangan ini juga menjadi awal yang positif bagi pelatih baru Sassuolo, Alberto Aquilani, dalam pertandingan resmi pertamanya bersama klub.
Sassuolo vs Cesena Berlangsung di Coppa Italia
Duel Sassuolo vs Cesena merupakan pertandingan babak 32 besar Coppa Italia 2026/2027. Sebelum pertandingan berlangsung, laga ini sudah menjadi perhatian karena mempertemukan Sassuolo yang berkompetisi di Serie A dengan Cesena.
Cesena sendiri mendapatkan kesempatan memainkan pertandingan resmi pertamanya musim ini di kandang Sassuolo. Pihak klub sebelumnya mengonfirmasi bahwa pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 18.30 waktu Italia di Mapei Stadium.
Format pertandingan yang menggunakan sistem gugur membuat kedua tim harus tampil maksimal. Tidak ada leg kedua yang bisa digunakan untuk memperbaiki hasil, sehingga kemenangan menjadi target utama bagi Sassuolo maupun Cesena.
Pada akhirnya, Sassuolo mampu menunjukkan kualitasnya dan mengamankan kemenangan dengan skor cukup telak.
Sassuolo Menang Meyakinkan 3-0
Sassuolo langsung mengambil inisiatif permainan sejak menit awal. Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Alberto Aquilani terlihat lebih percaya diri dalam menguasai bola dan membangun serangan.
Keunggulan Sassuolo tercipta pada menit ke-13. Cristian Volpato berhasil membuka skor setelah memanfaatkan umpan dari Simone Cinquegrano. Tembakan kaki kanan Volpato berhasil bersarang di gawang Cesena sehingga tuan rumah unggul 1-0.
Setelah mencetak gol pertama, Sassuolo semakin nyaman mengontrol pertandingan. Cesena berusaha memberikan respons, tetapi lini pertahanan tuan rumah mampu meredam sejumlah serangan.
Sassuolo kemudian menggandakan keunggulan pada masa tambahan waktu babak pertama. Vasilije Adzic mencetak gol kedua setelah menyelesaikan umpan Josh Doig. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Sassuolo tetap mampu menjaga kontrol permainan. Cesena mencoba mengejar ketertinggalan, tetapi kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar membahayakan.
Pada menit ke-75, Luca Lipani mencetak gol ketiga Sassuolo. Gol tersebut semakin memperbesar jarak dan membuat peluang Cesena untuk bangkit semakin kecil.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor Sassuolo 3-0 Cesena tidak berubah.
Alberto Aquilani Memulai Era Baru dengan Kemenangan
Kemenangan atas Cesena memiliki arti penting bagi Sassuolo karena pertandingan tersebut merupakan debut resmi Alberto Aquilani sebagai pelatih.
Aquilani mendapat tugas membawa Sassuolo menjalani musim baru dengan target yang lebih baik. Karena itu, pertandingan Coppa Italia menjadi kesempatan penting untuk melihat bagaimana pendekatan taktiknya diterapkan dalam pertandingan kompetitif.
Debut tersebut berjalan sangat positif. Sassuolo mampu mencetak tiga gol sekaligus menjaga gawang tetap bersih.
Performa tersebut tentu memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Aquilani dan para pemain. Meskipun Cesena bukan lawan dari level yang sama di kompetisi domestik, kemenangan dengan margin tiga gol tetap menjadi modal berharga untuk menjalani pertandingan berikutnya.
Jay Idzes Jadi Perhatian Penggemar Indonesia
Satu nama yang tidak kalah menarik perhatian dalam pertandingan Sassuolo vs Cesena adalah Jay Idzes.
Bek Timnas Indonesia tersebut berada di bangku cadangan dan tidak dimainkan sepanjang pertandingan. Sassuolo memilih Cas Odenthal dan Tommaso Macchioni sebagai pasangan bek tengah pada laga tersebut.
Keputusan tersebut membuat penggemar Indonesia harus menunggu lebih lama untuk melihat debut Jay Idzes bersama Sassuolo di bawah asuhan Alberto Aquilani.
Kondisi Jay Idzes juga menjadi perhatian karena sebelumnya ia mengalami masalah cedera yang membuatnya melewatkan sejumlah pertandingan. Dengan persaingan ketat di lini belakang Sassuolo, kesempatan bermain tetap terbuka, tetapi sang pemain harus menunggu keputusan pelatih.
Meski tidak tampil melawan Cesena, keberadaan Jay Idzes di bangku cadangan tetap menjadi sinyal positif setelah periode pemulihan yang dijalaninya.
Statistik Menunjukkan Dominasi Sassuolo
Kemenangan 3-0 Sassuolo bukan sekadar hasil akhir. Permainan sepanjang pertandingan juga menunjukkan dominasi tim tuan rumah.
Dalam catatan pertandingan, Sassuolo mencatat sekitar 57,5 persen penguasaan bola, sedangkan Cesena berada di angka 42,5 persen. Sassuolo juga melepaskan 18 tembakan berbanding sembilan milik Cesena.
Dari sisi distribusi bola, Sassuolo juga lebih aktif. Tim tuan rumah mencatat 517 operan dengan 460 di antaranya akurat. Angka tersebut menunjukkan bagaimana Sassuolo berusaha mengontrol tempo pertandingan melalui penguasaan bola dan sirkulasi umpan.
Cesena memang masih mampu menciptakan beberapa peluang, tetapi efektivitas Sassuolo membuat perbedaan besar dalam pertandingan ini.
Lini Depan Sassuolo Tampil Efektif
Tiga gol yang dicetak oleh tiga pemain berbeda juga menjadi catatan menarik. Cristian Volpato, Vasilije Adzic, dan Luca Lipani masing-masing menyumbangkan satu gol.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman Sassuolo tidak hanya bergantung kepada satu pemain. Kreativitas dan kontribusi dari beberapa sektor membuat Cesena kesulitan menentukan fokus pertahanan.
Volpato membuka jalan kemenangan pada babak pertama. Adzic kemudian memperbesar keunggulan menjelang turun minum, sementara Lipani memastikan kemenangan dengan gol ketiga pada babak kedua.
Bagi Alberto Aquilani, variasi pencetak gol tersebut tentu menjadi perkembangan positif menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya.
Cesena Harus Belajar dari Kekalahan
Bagi Cesena, kekalahan 0-3 menjadi hasil yang kurang ideal untuk membuka perjalanan mereka di Coppa Italia. Namun, pertandingan ini juga memberikan kesempatan bagi tim untuk mengevaluasi kelemahan sebelum menghadapi kompetisi domestik lainnya.
Cesena harus memperbaiki organisasi pertahanan, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu menguasai bola dalam waktu lama. Selain itu, efektivitas serangan juga perlu ditingkatkan karena sembilan tembakan yang dilepaskan belum mampu menghasilkan gol.
Menghadapi tim Serie A di laga tandang tentu bukan tugas mudah. Karena itu, Cesena masih memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari pertandingan tersebut.
Sassuolo Lanjut ke Babak Berikutnya
Kemenangan 3-0 atas Cesena memastikan Sassuolo melanjutkan perjalanan di Coppa Italia 2026/2027.
Menurut laporan setelah pertandingan, Sassuolo dijadwalkan menghadapi Frosinone pada 2 September 2026 di babak berikutnya.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Aquilani. Setelah sukses melewati Cesena tanpa kebobolan, Sassuolo perlu mempertahankan konsistensi permainan ketika menghadapi lawan berikutnya.
Bagi penggemar Sassuolo, performa pada laga kontra Cesena tentu memberikan alasan untuk optimistis. Sementara bagi pendukung Timnas Indonesia, perhatian berikutnya tertuju kepada peluang Jay Idzes mendapatkan menit bermain.
Kesimpulan
Sassuolo vs Cesena menjadi duel menarik pada awal perjalanan Coppa Italia 2026/2027. Sassuolo tampil dominan di Mapei Stadium dan berhasil mengamankan kemenangan 3-0.
Cristian Volpato, Vasilije Adzic, dan Luca Lipani menjadi pencetak gol kemenangan Sassuolo. Hasil tersebut sekaligus memberikan debut kompetitif yang manis bagi Alberto Aquilani sebagai pelatih baru.
Sementara itu, Jay Idzes masih harus menunggu kesempatan debut karena hanya berada di bangku cadangan dalam pertandingan ini.
Dengan kemenangan tersebut, Sassuolo kini berhak melanjutkan perjalanan di Coppa Italia dan akan menghadapi Frosinone pada babak berikutnya. Performa melawan Cesena menjadi modal awal yang menjanjikan bagi Sassuolo untuk menghadapi tantangan musim 2026/2027.
penulis ; erviani