Pradikta Wicaksono, atau yang populer disapa Dikta, dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai figur multitalenta di panggung musik dan seni peran.Karismanya saat membawakan lagu maupun mengeksekusi peran di layar kaca berhasil memikat jutaan penggemar. Namun, di balik sorotan lampu panggung dan gemerlap dunia hiburan, Dikta menyimpan sisi kehidupan pribadi serta jajaran hobi unik yang jarang terakses secara luas oleh publik.
Artikel ini mengulas berbagai aktivitas ekstrem, kegemaran unik, serta filosofi hidup yang membentuk persona autentik seorang Dikta di luar gemerlap panggung hiburan.
1. Menjelajah Kedalaman Laut: Olahraga Ekstrem Freediving
Salah satu hobi terbesar Dikta di luar panggung adalah freediving (penyelaman bebas). Berbeda dengan scuba diving yang menggunakan tabung oksigen, freediving mengandalkan kemampuan menahan napas dalam satu tarikan udara untuk menyelami kedalaman laut lepas.
Plaintext
DINAMIKA HOBI EKSTREM & SISI LAIN DIKTA
SISI LAIN DI LUAR PANGGUNG
│
▼
┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│ ASET & KEGEMARAN UNIK │
│ │
│ 1. OLOHRAGA EKSTREM 2. DEDIKASI KEPADA HEWAN │
│ • *Freediving* & menyelam • Hubungan erat dengan │
│ tanpa alat bantu. kucingnya (*Jimbon*). │
│ │
│ 3. FOTOGRAFI BAWAH LAUT 4. OLAHRAGA & VINTAGE │
│ • Mengabadikan ekosistem • Tenis lapangan & minat │
│ laut lepas. pada koleksi klasik. │
└──────────────────────────────┬─────────────────────────────┘
│
▼
[ SELF-HEALING & KESEIMBANGAN HIDUP ]
Mengapa Freediving Sangat Berarti Bagi Dikta?
- Latihan Kontrol Mental dan Pernapasan: Bagi seorang musisi vokal, teknik pernapasan amat penting. Namun, dalam freediving, olahraga ini menjadi ajang melatih ketenangan batin dan manajemen stres.
- Sarana Self-Healing: Dikta kerap menjadikan laut sebagai tempat merilis kejenuhan dari padatnya jadwal industri hiburan. Berada di kedalaman air memberikannya kedamaian (purity) yang tidak ditemukan di keramaian kota.
- Fotografi Bawah Laut: Saat melakukan menyelam bebas, ia juga kerap membawa kamera khusus underwater untuk mengabadikan keindahan terumbu karang dan keanekaragaman hayati bawah laut.
2. Kedekatan Emosional dengan Kucing Kesayangan (Jimbon)
Sisi lain Dikta yang sangat humanis dan hangat terlihat dari interaksinya dengan hewan peliharaan. Kucing abu-abu bertubuh gempal bernama Jimbon telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-harinya selama bertahun-tahun.
| Elemen Kedekatan | Deskripsi & Kisah di Baliknya |
| Asal-usul Nama | Terinspirasi dari karakter James Bond, yang kemudian dipelesetkan menjadi “Jimbon” karena pembawaannya yang unik. |
| Bukan Sekadar Peliharaan | Bagi Dikta, Jimbon dianggap sebagai life partner atau sahabat hidup yang selalu menemaninya di berbagai fase kehidupan. |
| Membangun Bonding Kuat | Keterikatan emosional keduanya terbangun lewat perawatan totalitas, komunikasi rutin, hingga kepedulian tinggi terhadap kesehatannya. |
3. Kegemaran Olahraga Lapangan dan Minat Vintage
Selain olahraga air, Dikta memiliki minat besar pada aktivitas fisik lainnya serta gaya hidup klasik:
- Olahraga Tenis Lapangan: Dikta secara rutin meluangkan waktu untuk berlatih tenis. Olahraga ini tidak hanya menjaga kebugaran fisiknya, tetapi juga melatih reflek dan konsentrasi.
- Koleksi & Apresiasi Instrumen Musik Klasik: Di luar penggunaan instrumen untuk panggung, ia mengagumi gitar dan instrumen audio bernilai sejarah/vintage, baik dari segi estetika maupun karakter suara yang dihasilkan.
- Kenyamanan dalam Kesederhanaan: Di luar penampilan panggung yang tertata, kehidupan sehari-hari Dikta sangat jauh dari kesan glamor. Ia lebih menikmati waktu bersantai di rumah, mengurus peliharaan, dan berkumpul bersama lingkaran pertemanan terdekat.
Kesimpulan
Sisi lain Dikta di luar dunia hiburan memperlihatkan pribadi yang kompleks, eksploratif, dan autentik. Melalui hobi ekstrem seperti freediving, kasih sayangnya pada peliharaan, hingga ketertarikannya pada olahraga lapangan, Dikta membuktikan bahwa keseimbangan hidup diperoleh ketika seseorang mampu menikmati perannya sebagai pekerja seni sekaligus tetap jujur pada kebahagiaan-kebahagiaan sederhana di luar panggung pementasan.
Penulis:helen Angelica