21 Agustus 2026

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

YOGYAKARTA โ€“ Yogyakarta kembali diguncang gempa bumi pada Kamis, 20 Agustus 2026 sore. Gempa berkekuatan Magnitudo 3,5 (M3,5) tersebut berpusat di wilayah daratan sekitar Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah DIY hingga Jawa Tengah. Berdasarkan hasil pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB dengan episenter berada pada koordinat sekitar 7,88 Lintang Selatan dan 110,45 Bujur Timur. Lokasinya sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman sekitar 21 kilometer. (Harianjogja.com)

🔖 Baca juga:
Atmosfer Stadion Bali United Diprediksi Meriah Saat Laga Berikutnya

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Meski berkekuatan relatif kecil, getarannya cukup terasa di Bantul dan Kota Yogyakarta serta sejumlah wilayah lain di sekitarnya.

Gempa Yogyakarta M3,5 Terjadi Sore Hari

Gempa Yogyakarta terjadi ketika masyarakat sedang menjalankan aktivitas sore. Guncangan dirasakan cukup nyata oleh sebagian warga, terutama mereka yang berada di kawasan Bantul dan Kota Yogyakarta.

Dalam catatan BMKG, gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Data awal gempa sempat menunjukkan magnitudo 3,6 dengan kedalaman 10 kilometer. Setelah dilakukan pemutakhiran berdasarkan analisis data seismik, parameter gempa berubah menjadi M3,5 dengan kedalaman sekitar 21 kilometer. (Tirto)

Pemutakhiran seperti ini dapat terjadi dalam proses pengolahan data gempa bumi. Informasi awal biasanya disampaikan dengan cepat setelah gempa terdeteksi, kemudian diperbarui setelah data dari jaringan pemantauan BMKG dianalisis secara lebih lengkap.

Karena itu, masyarakat yang mendapatkan informasi berbeda mengenai magnitudo, kedalaman, atau lokasi gempa sebaiknya menggunakan data terbaru dari BMKG sebagai acuan.

Data Gempa Yogyakarta Terbaru

Berikut data utama gempa yang mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah Yogyakarta:

ParameterKeterangan
Tanggal20 Agustus 2026
Waktu17.20.57 WIB
MagnitudoM3,5
Koordinat7,88 LS dan 110,45 BT
EpisenterDarat, sekitar 11 km timur laut Bantul
KedalamanSekitar 21 kilometer
JenisGempa bumi dangkal
SumberAktivitas Sesar Opak
Intensitas tertinggiIII MMI

Data real-time BMKG juga mencatat kejadian gempa pada pukul 17.20.57 WIB dengan magnitudo 3,5 di kawasan Pulau Jawa. (BMKG)

Wilayah yang Merasakan Getaran Gempa

Salah satu informasi yang paling banyak dicari masyarakat setelah gempa adalah wilayah mana saja yang merasakan guncangan.

Berdasarkan laporan BMKG, Bantul dan Kota Yogyakarta menjadi wilayah yang merasakan getaran paling kuat, dengan intensitas mencapai III MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat menyerupai kendaraan berat atau truk bermuatan yang sedang melintas. (RMOLJATENG)

Selain dua wilayah tersebut, gempa juga dirasakan di beberapa daerah lain dengan intensitas lebih rendah.

Wilayah yang dilaporkan merasakan getaran antara lain:

  • Bantul โ€“ III MMI
  • Kota Yogyakarta โ€“ III MMI
  • Kulon Progo โ€“ II MMI
  • Sleman โ€“ II MMI
  • Klaten โ€“ II MMI
  • Solo โ€“ II MMI
  • Magelang โ€“ II MMI

Pada intensitas II MMI, getaran biasanya dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang sedang berada di dalam bangunan atau dalam kondisi tenang. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat terlihat bergoyang. (Suara)

Mengapa Gempa M3,5 Bisa Terasa hingga Jawa Tengah?

Gempa berkekuatan M3,5 tergolong kecil. Namun, kecilnya magnitudo tidak berarti guncangan sama sekali tidak dapat dirasakan masyarakat.

Ada beberapa faktor yang menentukan seberapa kuat sebuah gempa terasa. Selain magnitudo, faktor tersebut mencakup kedalaman sumber gempa, jarak dari episenter, kondisi geologi, jenis tanah, serta karakteristik bangunan.

Gempa Bantul memiliki episenter di daratan dan kedalaman sekitar 21 kilometer. Lokasinya juga relatif dekat dengan kawasan permukiman di Yogyakarta. Kondisi tersebut memungkinkan getaran dirasakan masyarakat di wilayah sekitar episenter.

Semakin jauh dari sumber gempa, umumnya intensitas guncangan akan semakin rendah. Hal tersebut terlihat dari laporan BMKG, di mana Bantul dan Kota Yogyakarta mengalami intensitas III MMI, sedangkan sejumlah wilayah lain merasakan intensitas II MMI. (Harianjogja.com)

🔖 Baca juga:
Diplomasi Iran Perluas Cakrawala Regional: Buka Selat Hormuz dan Tunda Negosiasi Nuklir AS

BMKG Sebut Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Opak

BMKG menyatakan gempa Yogyakarta tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman BMKG, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut termasuk gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. (AFU.id)

Sesar Opak merupakan salah satu struktur geologi penting di wilayah Yogyakarta. Aktivitas pada zona sesar dapat menyebabkan pelepasan energi di dalam kerak bumi. Energi tersebut kemudian merambat sebagai gelombang seismik dan dirasakan di permukaan sebagai guncangan.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa munculnya gempa M3,5 tidak dapat digunakan untuk memastikan akan terjadi gempa besar dalam waktu tertentu.

Sampai saat ini, waktu, lokasi, dan kekuatan gempa bumi tidak dapat diprediksi secara tepat. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mempercayai informasi yang mengklaim dapat menentukan secara pasti kapan gempa besar akan terjadi.

Tidak Ada Laporan Kerusakan

Guncangan gempa sempat membuat sebagian warga terkejut. Namun, berdasarkan pemantauan awal, belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat gempa M3,5 tersebut. (Suara)

BMKG juga melaporkan bahwa hingga sekitar pukul 17.39 WIB belum terdeteksi aktivitas gempa susulan atau aftershock terkait kejadian tersebut. (Suara)

Meski tidak ada laporan kerusakan, masyarakat tetap disarankan memeriksa kondisi rumah dan bangunan setelah merasakan gempa. Pemeriksaan menjadi lebih penting apabila bangunan sebelumnya sudah memiliki retakan atau kerusakan.

Jika ditemukan kerusakan pada bagian struktur bangunan, warga sebaiknya menjauh terlebih dahulu dan tidak kembali masuk sebelum kondisi bangunan dipastikan aman.

Gempa Bantul Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Yogyakarta kali ini memiliki episenter di daratan, sehingga berbeda dengan gempa bumi yang berpusat di bawah laut.

Dengan karakteristik tersebut, gempa M3,5 di Bantul tidak menimbulkan peringatan tsunami. Masyarakat juga tidak perlu panik terhadap informasi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.

Jika terjadi gempa lainnya, masyarakat sebaiknya menunggu informasi resmi BMKG mengenai potensi tsunami atau dampak lain yang mungkin ditimbulkan.

Informasi kegempaan juga dapat dipantau melalui layanan resmi BMKG agar masyarakat memperoleh data yang telah diverifikasi.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Hal ini penting karena setelah gempa terjadi, informasi dapat menyebar sangat cepat melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Sebagian informasi mungkin menggunakan data awal yang kemudian sudah diperbarui oleh BMKG.

Masyarakat sebaiknya memperhatikan informasi resmi mengenai magnitudo, lokasi episenter, kedalaman, intensitas, potensi tsunami, serta kemungkinan gempa susulan.

🔖 Baca juga:
Kospi Meroket ke Level Rekor: Apa Arti Lonjakan di Atas 6.700 bagi Investor?

Dengan mengikuti sumber resmi, masyarakat dapat menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

Gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui langkah keselamatan dasar.

Jika berada di dalam rumah ketika gempa terjadi, segera lindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh. Berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh dapat menjadi salah satu pilihan.

Jauhi kaca, lemari tinggi, rak, dan benda berat yang dapat roboh. Hindari berlari keluar ketika guncangan masih berlangsung apabila kondisi di sekitar belum aman.

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi diri sendiri dan keluarga. Jika bangunan mengalami kerusakan, segera keluar menuju tempat yang lebih aman.

Bagi masyarakat yang berada di luar ruangan, sebaiknya menjauh dari gedung, tiang listrik, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi roboh.

Pentingnya Mitigasi Gempa di Yogyakarta

Gempa Bantul menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Mitigasi gempa dapat dimulai dari lingkungan rumah. Perabotan berat sebaiknya diletakkan pada posisi yang aman dan tidak mudah roboh. Jalur keluar rumah juga perlu dipastikan tidak terhalang barang.

Keluarga dapat menyiapkan perlengkapan darurat yang berisi kebutuhan dasar. Selain itu, setiap anggota keluarga perlu mengetahui lokasi aman untuk berkumpul apabila harus meninggalkan bangunan.

Sekolah, kantor, tempat usaha, dan fasilitas umum juga perlu memiliki prosedur evakuasi yang jelas. Latihan secara berkala dapat membantu masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.

Kesiapsiagaan bukan berarti masyarakat harus hidup dalam ketakutan. Justru dengan memiliki pengetahuan dan persiapan yang baik, masyarakat dapat merespons gempa dengan lebih tenang.

Kesimpulan

Yogyakarta kembali diguncang gempa pada Kamis, 20 Agustus 2026 sore. Gempa berkekuatan M3,5 tersebut terjadi pada pukul 17.20.57 WIB dengan episenter di darat sekitar 11 kilometer timur laut Bantul dan kedalaman sekitar 21 kilometer. (Harianjogja.com)

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Getaran paling kuat dirasakan di Bantul dan Kota Yogyakarta dengan intensitas III MMI. Sementara itu, getaran dengan intensitas II MMI dirasakan di Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang. (RMOLJATENG)

Hingga pemantauan awal, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa dan belum terdeteksi aktivitas gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengikuti informasi terbaru dari BMKG.


penulis ; erviani

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *