Cris Cyborg Mengungkapkan Kecemasan untuk Ronda Rousey: Akankah Dia Juga Menuju Pensiun?
Berita Hari Ini – 23 Agustus 2026 | Dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA), persaingan dan rivalitas sering kian memanas. Baru-baru ini, Cris Cyborg, salah satu legenda MMA, berbicara tentang mantan juara Ronda Rousey, yang baru saja kembali ke masa pensiunnya. Dalam wawancara dengan USA TODAY Sports, Cyborg mengungkapkan rasa sedihnya terhadap Rousey, yang ia anggap mengalami ketakutan dan tekanan setelah mengalami beberapa kekalahan telak dalam karirnya.
“Saya merasa sedih untuknya,” kata Cyborg. “Saya merasa kasihan padanya. Saya pikir dia takut pada saya. Dan saya hanya berharap yang terbaik untuknya.” Komentar ini muncul setelah Rousey melontarkan tuduhan kepada Cyborg sebagai petarung yang menggunakan doping, yang memperburuk ketegangan di antara keduanya. Rousey, yang terkenal dengan prestasinya di UFC, kini tampaknya tidak dapat pulih dari kekalahan melawan Holly Holm dan Amanda Nunes yang mengakhiri karirnya di UFC pada 2016.
Di sisi lain, Cris Cyborg, sekarang berusia 41 tahun, bersiap untuk melangkah ke dalam ring untuk pertandingan terakhirnya di bawah kontrak Professional Fighters League (PFL) melawan Ketlen Vieira. Cyborg, yang memiliki rekor luar biasa 29 kemenangan dengan 21 di antaranya melalui knockout, menunjukkan bahwa ia masih memiliki semangat juang yang tinggi. “Saya mencintai apa yang saya lakukan,” ujarnya. “Saya ingin melihat bagaimana perasaan saya setelah pertarungan ini dan kemudian melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.”
Karier Cyborg yang dimulai di Brasil pada tahun 2005 telah membawanya meraih berbagai gelar juara dari PFL, UFC, Bellator, Strikeforce, dan Invicta. Ia merupakan satu-satunya petarung wanita yang telah meraih lima gelar dunia, menjadikannya sebagai salah satu atlet wanita paling sukses dalam sejarah MMA.
Dalam beberapa tahun terakhir, Cyborg telah menghadapi banyak tantangan, termasuk kekalahan dari Amanda Nunes di UFC 232 yang menjadi titik balik karirnya. Namun, ia telah bangkit dengan sembilan kemenangan beruntun sejak saat itu, menunjukkan ketahanan dan dedikasi yang luar biasa. “Dia adalah sosok yang luar biasa, tetapi saat berada di ring, dia tidak akan berhenti hingga mencapai tujuannya,” puji A.J. McKee, salah satu kontender PFL yang berlatih bersamanya.
Di tengah semua ini, Cyborg tidak hanya berbicara tentang rivalitasnya dengan Rousey, tetapi juga tentang perjalanan karirnya dan kemungkinan pensiun. Sementara Rousey memilih untuk tetap di luar sorotan setelah pensiun, Cyborg masih berjuang untuk mempertahankan gelar kejuaraannya. Apakah pertandingan melawan Vieira akan menjadi akhir dari perjalanan gemilang Cyborg, ataukah ia akan terus berjuang di ring?
Situasi ini menggambarkan betapa sulitnya dunia olahraga, di mana seorang juara bisa tiba-tiba terpuruk dan memilih untuk mundur, sementara yang lain terus berjuang meskipun banyak rintangan. Ronda Rousey dan Cris Cyborg adalah dua sisi dari koin yang sama, masing-masing menghadapi tantangan dengan cara mereka sendiri.