27 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Mayoritas warga Amerika menilai Netanyahu negatif, kepercayaan terendah dalam sejarah hubungan bilateral. Temukan alasan mengejutkan di balik angka ini.

Survei terbaru menegaskan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat kini memandang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara negatif, menandai titik terendah kepercayaan dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara. Data ini diambil dari survei yang dilakukan oleh YouGov dan Economist pada 25–27 Juli 2025, kemudian dilaporkan oleh Sputnik dan Antara pada 29 Juli 2026. Hasilnya menunjukkan 54 persen responden AS memiliki pandangan negatif, sementara hanya 23 persen yang masih menilai Netanyahu secara positif. Lebih dari setengah responden, tepatnya 47 persen, meyakini bahwa Netanyahu bersalah atas kejahatan perang di Jalur Gaza.

Perubahan Persepsi Publik di Tengah Konflik Gaza

Sejak konflik Israel-Hamas memanas di Gaza pada akhir 2023, persepsi publik di Amerika Serikat telah mengalami perubahan signifikan. Survei YouGov dan Economist menegaskan bahwa 54 persen warga AS kini memandang Netanyahu secara negatif, sebuah angka yang belum pernah tercapai sejak periode hubungan dua negara yang lebih stabil. Angka ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri Israel, terutama dalam konteks blokade Gaza yang berdampak pada penderitaan anak-anak Palestina.

🔖 Baca juga:
Serangan AS‑Arab Saudi ke Irak Dituduh Target Grup Pro‑Iran, Memicu Ketegangan Baru di Timur Tengah

Selama periode survei, 47 persen responden menilai bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang di Jalur Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan negatif tidak hanya bersifat emosional, melainkan didasarkan pada keyakinan tentang tanggung jawab politik dan hukum. Perubahan ini terjadi di tengah upaya diplomatik internasional yang semakin menuntut keadilan dan penghentian blokade yang menahan pasokan kemanusiaan ke Gaza.

Faktor Penyebab Ketidakpuasan Warga AS

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pandangan negatif ini dapat dilacak ke kebijakan keamanan Israel dan dampaknya terhadap warga Palestina. Pertama, blokade Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun menimbulkan krisis kemanusiaan yang mendalam. Anak-anak Palestina yang terperangkap dalam blokade ini mengalami kekurangan makanan, air bersih, dan layanan medis, yang secara langsung memicu kecaman internasional.

Kedua, tindakan militer Israel di wilayah Gaza sering kali dipandang sebagai agresi yang tidak proporsional. Serangan udara dan operasi darat yang intens, meskipun disertai dengan alasan keamanan, menimbulkan korban sipil yang signifikan. Banyak warga AS, yang memiliki akses ke media internasional, menganggap bahwa tindakan ini melanggar hukum humaniter internasional.

Ketiga, pertemuan antara Netanyahu dan Presiden Trump di Gedung Putih pada 7 April 2025 menambah ketegangan. Pertemuan tersebut, yang diabadikan dalam foto-foto Shutterstock, menandai intensifikasi hubungan politik antara kedua negara. Namun, bagi sebagian warga AS, hubungan ini tampak lebih memihak Israel, mengurangi kepercayaan terhadap kebijakan luar negeri yang seimbang.

🔖 Baca juga:
Politikus Muslim Sayap Kiri Abdul El-Sayed Menangkan Pemilihan Calon Anggota Senat AS, Mengguncang Partai Demokrat

Dampak Politik dan Diplomatik terhadap Hubungan AS-Israel

Angka kepercayaan terendah ini dapat berdampak pada kebijakan luar negeri AS. Seiring meningkatnya tekanan publik, Kongres AS dan lembaga kebijakan luar negeri mungkin akan meninjau ulang dukungan militer dan finansial kepada Israel. Hal ini dapat memicu perdebatan di tingkat legislatif mengenai alokasi dana bantuan militer, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral.

Di tingkat diplomatik, ketidakpuasan publik dapat memengaruhi hubungan antara Washington dan Tel Aviv. Jika tekanan domestik meningkat, Presiden AS mungkin akan lebih berhati-hati dalam mendukung kebijakan Israel di forum internasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Hal ini dapat membuka ruang bagi Israel untuk menyesuaikan kebijakan luar negeri, terutama terkait blokade Gaza.

Selain itu, dampak ini juga dapat memengaruhi persepsi global terhadap Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia. Jika warga AS menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap tidak adil, hal ini dapat menurunkan kredibilitas AS dalam memediasi konflik di Timur Tengah.

Reaksi Israel dan Upaya Meningkatkan Kepercayaan Publik

Menanggapi survei tersebut, pemerintah Israel menekankan bahwa tindakan militer di Gaza bertujuan untuk melindungi warga Israel dari serangan Hamas. Netanyahu sendiri telah berkomitmen pada program bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, meskipun kritik internasional tetap menganggapnya tidak memadai.

🔖 Baca juga:
Eks Timnas Rusia dan Arsenal Dukung Uzbekistan, Mengapa?

Israel juga berusaha meningkatkan citra internasional melalui inisiatif diplomatik. Misalnya, pemerintah telah mengumumkan rencana logistik darurat bencana di wilayah Gaza, yang diharapkan dapat memitigasi dampak negatif bagi warga Palestina. Namun, upaya ini belum cukup untuk mengubah persepsi publik AS yang masih mempertanyakan legitimasi kebijakan Israel.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Survei YouGov dan Economist menegaskan bahwa mayoritas warga AS kini memandang Netanyahu secara negatif, mencatat angka kepercayaan terendah dalam sejarah hubungan bilateral. Perubahan ini dipicu oleh blokade Gaza, serangan militer yang dianggap tidak proporsional, serta ketegangan politik antara Washington dan Tel Aviv. Dampak dari survei ini dapat memengaruhi kebijakan luar negeri AS dan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Israel, di sisi lain, berusaha memperbaiki citra melalui program bantuan kemanusiaan dan upaya diplomatik. Namun, tantangan tetap besar bagi kedua belah pihak untuk mencapai konsensus yang dapat memulihkan kepercayaan publik dan menstabilkan situasi di Timur Tengah. Dalam konteks ini, dialog terbuka dan transparansi menjadi kunci untuk membangun kembali hubungan yang lebih konstruktif antara Amerika Serikat dan Israel, sekaligus menjaga perdamaian dan keamanan regional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://dunia.tempo.co/read/2115978/survei-mayoritas-warga-as-nilai-netanyahu-negatif, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *