1 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Tottenham tegaskan mentalitas tak bisa dibeli, pelatih soroti kerja keras di tengah krisis poin. Temukan alasan di balik keputusan transfer besar De Zerbi.

Tottenham Hotspur menegaskan bahwa mentalitas tak bisa dibeli, sekaligus menyoroti pentingnya kerja keras di tengah krisis poin yang melanda The Lilywhites.

Investasi Besar di Bursa Transfer Musim Panas

Spurs telah menghabiskan lebih dari 320 juta Paun di bursa transfer musim panas ini. Mereka menambah skuad dengan Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, Sandro Tonali, dan Savio (sebelumnya Savinho). Selain itu, klub meminjam Omar Marmoush dan merekrut Andy Robertson serta Marcos Senesi secara cuma‑cuma. Langkah ini menandai upaya besar membentuk tim baru di bawah pelatih Roberto De Zerbi.

Awal Musim yang Tidak Menguntungkan

Hasilnya belum sebanding dengan investasi tersebut. Tottenham kalah di dua laga pertama musim ini: dihajar Brentford 0‑3 dan dibungkam Newcastle United 0‑2. Dengan dua kekalahan berturut‑turut, klub London utara kini terduduk di dasar klasemen Liga Inggris.

Pertandingan Terakhir: Menghadapi Newcastle di Rumah

Melawan Newcastle di rumah sendiri, Sabtu (29/8/2026) malam WIB, Spurs sejatinya tampil lebih baik dan dominan. Namun, hal tersebut tidak cukup untuk memenangkan laga. Tim tidak berhasil menumpulkan ancaman serius, dan akhirnya kena oleh Anthony Elanga serta Yoane Wissa di babak kedua. Tim tamu hanya butuh dua sepakan on target untuk menjebol Tottenham.

Peran Mentalitas Menjadi Fokus Utama

De Zerbi hanya bisa mengakui timnya belum menemukan keseimbangan dan perlu membangun mentalitas. “Anda benar, ya. Itu adalah masalah terbesarnya, tantangan terbesarnya, target terbesarnya adalah menemukan mentalitas yang tepat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa mentalitas tidak dapat dibeli di bursa transfer. “Sepakbola itu seperti sulap, Anda bisa mengganti begitu banyak pemain di satu jendela atau bursa transfer, dan Anda bisa langsun,” tambahnya.

Dampak Investasi Besar terhadap Performa Tim

Dengan menambah banyak pemain baru, Spurs berharap dapat memperkuat skuad dan meningkatkan performa. Namun, kurangnya sinergi dan keselarasan antar pemain menjadi kendala utama. Kekuatan mental yang belum terbentuk membuat tim kesulitan menghadapi tekanan pertandingan, terutama di situasi kompetitif tinggi seperti Liga Inggris. Tanpa mentalitas yang kuat, bahkan pemain terbaik pun tidak dapat berkontribusi secara maksimal.

Strategi ke Depan: Fokus pada Kerja Keras dan Konsistensi

Untuk mengatasi krisis poin, Tottenham harus memperkuat kerja keras dan konsistensi di lapangan. Pelatih De Zerbi menegaskan bahwa mentalitas adalah kunci untuk mengubah situasi. Dengan menanamkan nilai kerja keras pada setiap pemain, klub berharap dapat menciptakan tim yang lebih solid dan mampu bertahan di tingkat tertinggi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-8641188/mentalitas-itu-tak-bisa-dibeli-tottenham, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *