Jadwal, Hasil, dan Bagan Lengkap Coppa Italia Musim Ini
Gelaran Coppa Italia (Piala Italia) musim 2025/2026 menyajikan petualangan sepak bola penuh aksi dramatis, kejuatan besar, dan persaingan ketat khas Negeri Pizza. Sebagai salah satu turnamen sistem gugur domestik paling bergengsi di dunia, Coppa Italia menjadi arena bertemunya tim-tim kasta bawah dengan para raksasa Serie A yang memperebutkan mahkota juara berharga.
Pada edisi musim 2025/2026, perjalanan panjang dari babak penyisihan awal di musim panas hingga partai puncak di Stadio Olimpico Roma menyuguhkan berbagai kejutan besar. Artikel ini akan mengulas secara mendalam jadwal pertandingan, rincian hasil lengkap per babak, analisis perjalanan laga dari babak awal hingga final, serta petikan bagan fase gugur kompetisi musim ini.
Format Pertandingan dan Regulasi Coppa Italia Musim Ini
Sebelum menelisik hasil lengkapnya, penting untuk memahami format kompetisi yang diterapkan dalam gelaran Coppa Italia musim ini:
- Format Sistem Gugur Tunggal (Single Match): Dari Babak 64 Besar, Babak 32 Besar, Babak 16 Besar, hingga Perempat Final menggunakan format laga tunggal. Jika laga berakhir imbang dalam 90 menit, pemenang langsung ditentukan melalui adu penalti tanpa perpanjangan waktu pada babak awal, atau dengan perpanjangan waktu di babak akhir.
- Format Semifinal 2 Leg (Home and Away): Khusus babak semifinal, pertandingan dilangsungkan dalam dua pertemuan (leg pertama dan leg kedua) untuk menentukan tim yang berhak melangkah ke partai final.
- Delapan Tim Unggulan (Seeded Teams): Delapan klub teratas Serie A musim sebelumnya mendapatkan keistimewaan langsung lolos otomatis (bye) ke Babak 16 Besar.
Perjalanan Hasil Pertandingan dari Babak Awal hingga Perempat Final
Persaingan ketat sudah terasa sejak babak awal kompetisi ketika klub-klub Serie B dan papan bawah Serie A bertarung sengit.
1. Babak 64 Besar dan 32 Besar (Agustus – September 2025)
Pada fase 64 Besar yang bergulir pada Agustus 2025, tim-tim seperti AC Milan, Genoa, Torino, Como 1907, dan Udinese melenggang mulus dengan meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Drama adu penalti juga sudah mewarnai babak ini, di antaranya kemenangan Cagliari atas Virtus Entella dan Palermo atas Cremonese.
Memasuki Babak 32 Besar pada akhir September 2025, intensitas laga kian meningkat. AC Milan tampil meyakinkan dengan mencukur Lecce 3-0. Sementara itu, Como 1907 menegaskan potensi mereka dengan membungkam Sassuolo 3-0, dan Genoa menyingkirkan Empoli 3-1.
2. Babak 16 Besar (Desember 2025 – Januari 2026)
Masuknya 8 tim papan atas Serie A di Babak 16 Besar semakin memanaskan persaingan. Pada fase ini, beberapa kejutan dan kejar-kejaran skor terjadi:
- Inter Milan 5 – 1 Venezia: Inter menunjukkan keperkasaannya di San Siro lewat kemenangan telak atas Venezia.
- Juventus 2 – 0 Udinese: Si Nyonya Tua mengamankan tiket perempat final dengan performa solid.
- Atalanta 4 – 0 Genoa: La Dea tampil melesat dengan pesta empat gol tanpa balas di Bergamo.
- Napoli 1 – 1 Cagliari (Adu Penalti 9-8): Drama luar biasa terjadi di Stadion Diego Armando Maradona di mana Napoli lolos dramatis lewat babak tos-tosan yang panjang.
- Fiorentina 1 – 3 Como 1907: Como mengejutkan publik Florence dengan menundukkan Fiorentina di markasnya.
- AS Roma 2 – 3 Torino: Torino berhasil menyingkirkan Roma dalam duel sengit di ibu kota.
- Lazio 1 – 0 AC Milan: Gol tunggal dari Mattia Zaccagni memastikan kepulangan Milan dari ajang ini.
Sengitnya Babak Perempat Final (Februari 2026)
Babak perempat final melahirkan pertandingan-pertandingan seru yang menentukan empat kontestan terbaik di semifinal:
Inter Milan vs Torino (2 – 1)
Inter Milan melaju ke perempat final setelah mengatasi perlawanan ketat dari Torino. Gol-gol dari Ange-Yoan Bonny dan Andy Diouf memastikan langkah Nerazzurri melaju ke babak empat besar.
Atalanta vs Juventus (3 – 0)
Di Gewiss Stadium, Atalanta tampil luar biasa dominan. Skuad asuhan La Dea menumbangkan sang kolektor gelar terbanyak, Juventus, dengan skor telak 3-0 tanpa memberikan kesempatan bagi Si Nyonya Tua untuk berkembang.
Napoli vs Como 1907 (1 – 1, Adu Penalti 6-7)
Kejutan terbesar di perempat final kembali ditunjukkan oleh Como 1907 di bawah arahan Cesc Fàbregas. Setelah menahan imbang Napoli 1-1 di waktu normal, Como secara mengejutkan memenangi adu penalti 7-6 di Stadio Diego Armando Maradona dan lolos ke semifinal.
Bologna vs Lazio (1 – 1, Adu Penalti 1-4)
Bologna dan Lazio bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Dalam drama babak adu penalti, Lazio tampil lebih tenang dan menutup sesi dengan keunggulan 4-1 untuk mengamankan tiket semifinal.
Ketegangan Babak Semifinal 2 Leg (Maret – April 2026)
Fase semifinal dimainkan dalam dua leg yang menguji konsistensi taktis dan kedalaman skuad dari keempat tim:
Semifinal 1: Inter Milan vs Como 1907 (Agregat 3 – 2)
- Leg Pertama (3 Maret 2026): Como 0 – 0 Inter Milan. Bertindak sebagai tuan rumah di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como sukses menahan gempuran Inter tanpa gol.
- Leg Kedua (21 April 2026): Inter Milan 3 – 2 Como. Pertandingan sengit penuh drama tersaji di San Siro. Como memberikan perlawanan luar biasa, namun Inter Milan berhasil menyegel kemenangan 3-2 lewat keunggulan efektivitas di lini depan untuk mengunci agregat 3-2.
Semifinal 2: Lazio vs Atalanta (Agregat 3 – 3, Lazio Menang Penalti)
- Leg Pertama (4 Maret 2026): Lazio 2 – 2 Atalanta. Laga leg pertama di Olimpico berlangsung imbang dan menghadirkan aksi saling balas gol.
- Leg Kedua (22 April 2026): Atalanta 1 – 1 Lazio. Karena skor agregat imbang 3-3, laga harus dilanjutkan hingga babak adu penalti. Kiper Lazio menjadi pahlawan dengan menggagalkan eksekusi lawan, membawa Lazio menang penalti dan melangkah ke partai puncak.
Partai Final: Inter Milan Menegaskan Supremasi di Olimpico (13 Mei 2026)
Partai puncak Coppa Italia musim 2025/2026 mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Italia, Inter Milan melawan SS Lazio, di Stadion Olimpico, Roma pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sejak awal pertandingan, Inter Milan langsung berinisiatif mengambil kendali permainan. Keunggulan Nerazzurri dibuka pada menit ke-34 melalui eksekusi dingin dari sang kapten, Lautaro Martínez. Lazio berusaha keras menyamakan kedudukan melalui serangan cepat Valentin Castellanos dan Mattia Zaccagni, namun kokohnya barisan pertahanan Inter tidak mampu ditembus.
Pada babak kedua, Inter berhasil menggandakan keunggulan untuk memastikan kemenangan 2-0 hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini mengantarkan Inter Milan meraih gelar juara Coppa Italia edisi 2025/2026, sekaligus mengukuhkan trofi ke-10 mereka sepanjang sejarah kompetisi.
Kesimpulan
Gelaran Coppa Italia musim 2025/2026 kembali membuktikan betapa indahnya dinamika sepak bola sistem gugur. Perjalanan dari babak-babak awal hingga partai puncak dipenuhi oleh momen-momen dramatis, seperti kebangkitan fantastis Como 1907 hingga babak semifinal, serta ketatnya drama adu penalti di berbagai fase.
Pada akhirnya, Inter Milan tampil sebagai juara sejati setelah mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 di partai final Stadion Olimpico Roma. Keberhasilan meraih gelar Coppa Italia musim ini tidak hanya menambah koleksi trofi bergengsi di lemari piala Nerazzurri, tetapi juga menjadi bukti kematangan taktis dan mentalitas juara yang mereka tunjukkan sepanjang gelaran turnamen.
Penulis : milinda z