5 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Sherina Munaf mengungkap tantangan memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan Tengah. Temukan kisah penuh harapan dan kejutan yang tak terduga di tengah karhutla.

Sherina Munaf mengungkapkan sulitnya memadamkan api di karhutla Kalimantan yang membuatnya hampir putus asa.

Pengalaman Pertama di Kalimantan Tengah

Hari ketiga Sherina di Kalimantan Tengah menandai momen penting ketika ia terjun langsung ke lapangan bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Pada saat itu, ia terlibat upaya pemadaman di hutan belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya. Dari perspektif Sherina, medan tersebut jauh lebih menantang dibandingkan pengalaman sebelumnya di Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu. Ia menyebut bahwa mereka bekerja dari pagi hingga sore, kemudian beristirahat sejenak untuk makan siang, dan melanjutkan kembali hingga malam hari.

Menurut Sherina, kondisi hutan di Kalimantan Tengah sangat berbeda. Banyak batang kayu yang mengapung di atas gambut panas, sehingga setiap langkah harus diikuti dengan pendinginan terlebih dahulu. “Jujur buat aku ini adalah terrain yang lebih challenging lagi, karena banyak sekali batang-batang kayu yang di atas gambut yang sangat panas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun api terlihat sudah padam, masih banyak bara yang tetap aktif dan dapat menyala kembali, menambah beban kerja para relawan.

Kesulitan Memadamkan Bara yang Bersemayam

Pengalaman memadamkan bara di hutan gambut tidaklah sederhana. Sherina menjelaskan bahwa setelah selesai bekerja di malam hari, mereka masih menemukan beberapa bara yang masih menyala. “Karena ya kami selesai malam, cuman kami melihat ada beberapa api yang nyala lagi. Jadi bukan rewetting ya, literally baranya menyala lagi,” kata Sherina. Ia menegaskan bahwa proses pemadaman tidak hanya memerlukan tenaga fisik tetapi juga ketahanan mental, karena kondisi lingkungan yang ekstrem dan risiko bara menyala kembali.

Situasi ini memaksa tim untuk tetap waspada meskipun sudah beristirahat. Menurut Sherina, setiap kali mereka melangkah ke depan, mereka harus mendinginkan diri terlebih dahulu karena bara yang masih aktif dapat menimbulkan panas yang lebih tinggi. Kondisi ini menambah tingkat kesulitan dalam menenangkan bara dan mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.

Perbandingan dengan Pengalaman Sebelumnya

Pengalaman di Kalimantan Tengah dibandingkan dengan rewetting atau pembasahan kembali di Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu menunjukkan perbedaan signifikan. Di kedua lokasi tersebut, medan lebih teratur dan akses air lebih mudah. Namun, di hutan belakang Fakultas MIPA, kondisi gambut yang sangat panas membuat proses pemadaman menjadi lebih kompleks. Sherina menekankan bahwa medan tersebut memerlukan strategi yang berbeda dan lebih intensif.

Dalam hal ini, keberadaan BOSF menjadi kunci dalam koordinasi upaya pemadaman. Tim relawan harus bekerja secara kolaboratif, memanfaatkan alat dan teknik yang sesuai dengan kondisi tanah gambut. Selain itu, mereka juga harus memperhatikan faktor cuaca, kelembapan, dan kemungkinan terjadinya bara yang masih aktif di bawah permukaan tanah.

Pengaruh Terhadap Relawan dan Komunitas

Kesulitan memadamkan api di Kalimantan tidak hanya berdampak pada kebakaran itu sendiri, tetapi juga pada relawan dan komunitas setempat. Menurut Sherina, beban fisik dan mental yang dihadapi selama proses pemadaman dapat menguras tenaga, bahkan menimbulkan kelelahan yang signifikan. Hal ini menambah tekanan pada relawan yang sudah bekerja keras untuk melindungi hutan dan satwa liar di daerah tersebut.

Pengalaman ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan pelatihan bagi relawan. Tanpa persiapan yang memadai, mereka harus menghadapi tantangan yang lebih besar, seperti bara yang tetap aktif dan kondisi tanah yang tidak stabil. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan organisasi konservasi seperti BOSF menjadi sangat penting untuk memastikan keselamatan dan efektivitas upaya pemadaman.

Dampak Lingkungan dan Ekosistem

Kebakaran hutan di Kalimantan Tengah memiliki dampak yang luas pada lingkungan dan ekosistem. Selain merusak habitat satwa, kebakaran juga dapat memicu erosi tanah dan mengganggu siklus air. Bara yang tetap aktif di bawah permukaan dapat melepaskan karbon dan polutan lainnya, menambah beban pada kualitas udara di wilayah sekitar.

Pengalaman Sherina menunjukkan bahwa proses pemadaman yang efektif memerlukan pendekatan holistik. Ini mencakup penggunaan air, penghalang bara, dan pemantauan terus-menerus terhadap kondisi tanah. Tanpa pendekatan ini, bara dapat menyala kembali dan memperbesar area kebakaran, yang pada akhirnya dapat mengancam lebih banyak wilayah hutan dan satwa yang hidup di dalamnya.

Peran Teknologi dan Inovasi

Dalam upaya memadamkan kebakaran hutan, teknologi dan inovasi memainkan peran penting. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam referensi, dapat diasumsikan bahwa alat pemadam kebakaran, sistem pemantauan, dan metode rewetting dapat membantu mengurangi risiko bara menyala kembali. Penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan bagi relawan yang bekerja di lapangan.

Namun, penting untuk diingat bahwa teknologi saja tidak cukup. Pengalaman praktis, pelatihan, dan koordinasi tim tetap menjadi faktor kunci dalam menghadapi kebakaran hutan. Sherina, dengan pengalaman langsungnya, menyoroti betapa pentingnya kombinasi antara teknologi, strategi, dan kerja sama tim dalam memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan.

Kesimpulan dan Harapan

Sherina Munaf mengungkapkan bahwa memadamkan api di karhutla Kalimantan adalah tugas yang menantang dan menuntut ketahanan fisik serta mental. Pengalaman di hutan belakang Fakultas MIPA Universitas Palangka Raya menunjukkan bahwa medan yang panas, bara yang tetap aktif, dan kondisi tanah gambut menambah kompleksitas pemadaman. Dalam hal ini, kolaborasi dengan BOSF dan penggunaan strategi yang tepat menjadi kunci untuk mengatasi tantangan tersebut.

Pengalaman ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan, pelatihan, dan penggunaan teknologi dalam upaya memadamkan kebakaran hutan. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan kebakaran dapat dikendalikan lebih cepat dan risiko bara yang menyala kembali dapat diminimalkan, melind

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *