Fakta Unik Karim Benzema yang Jarang Diketahui Fans Sepak Bola
Karim Benzema merupakan salah satu penyerang terbaik dan paling sukses dalam sejarah sepak bola modern. Pemenang Ballon d’Or 2022 ini telah mengukir namanya dengan emas, terutama selama lebih dari satu dekade membela raksasa Spanyol, Real Madrid, hingga kepindahannya ke klub Arab Saudi, Al-Ittihad. Sebagian besar penggemar sepak bola mengenal Benzema dari torehan golnya yang spektakuler, gaya bermainnya yang cerdas, serta deretan piala yang berhasil ia angkat.
Namun, di balik kepopulerannya di atas lapangan hijau, terdapat banyak sisi kehidupan, latar belakang, dan fakta unik dari pemain berjuluk KB9 ini yang belum banyak diketahui oleh publik. Dari perjalanan masa kecilnya di Prancis, ritual pribadi, hingga rekor-rekor unik yang ia catatkan, artikel ini akan mengulas secara mendalam fakta-fakta unik Karim Benzema yang jarang diketahui oleh para penggemar sepak bola.
1. Keturunan Aljazair dan Latar Belakang Keluarga
Meskipun Karim Benzema lahir di Lyon, Prancis, pada 19 Desember 1987 dan membela tim nasional Prancis, ia memiliki garis keturunan Aljazair yang sangat kuat. Orang tuanya, Hafid Benzema dan Wahida Djebbara, berasal dari kawasan Kabylie di Aljazair. Kakeknya, Da Lakehal Benzema, bertransmigrasi dari desa Tigzirt di Aljazair ke kota Lyon pada tahun 1950-an.
Benzema tumbuh dalam keluarga besar dengan delapan saudara kandung lima perempuan dan tiga laki-laki. Kehidupan masa kecilnya di daerah Bron, sebuah kawasan pinggiran kota Lyon yang keras, membentuk mentalitas dan ketangguhannya di lapangan. Meskipun telah sukses besar dan menjadi bintang dunia, Benzema tetap menjaga hubungan yang sangat erat dengan akar budayanya di Aljazair dan sering mengunjungi keluarga besarnya di sana.
2. Bakat Luar Biasa yang Ditemukan Sejak Usia 8 Tahun
Karier sepak bola Benzema dimulai di klub lokal bernama Bron Terraillon SC. Bakat besarnya terpancar sangat awal ketika ia berusia delapan tahun. Dalam sebuah pertandingan kelompok umur melawan tim muda Olympique Lyonnais, Benzema berhasil mencetak dua gol dan membawa timnya menang.
Penampilan impresif anak kecil tersebut langsung menarik perhatian para pemandu bakat Lyon. Tak butuh waktu lama, Lyon segera merekrut Benzema ke akademi muda mereka pada tahun 1996. Di akademi Lyon, perkembangan Benzema sangat pesat karena ia selalu dimainkan di kelompok usia yang lebih tua dari usianya yang sebenarnya.
3. Momen Unik Pidato Pertama di Tim Senior Lyon
Ada satu tradisi menarik di klub Olympique Lyon ketika seorang pemain muda pertama kali dipanggil ke skuad utama. Pemain tersebut harus berdiri di depan para pemain senior saat makan malam dan memperkenalkan diri serta menyampaikan targetnya.
Ketika Benzema dipanggil ke skuad utama Lyon pada tahun 2004 saat berusia 17 tahun, skuad Lyon saat itu diisi oleh bintang-bintang besar seperti Florent Malouda, Sylvain Wiltord, Michael Essien, dan Juninho Pernambucano. Saat tiba gilirannya berbicara, para pemain senior menertawakan dan mengejeknya secara bercanda karena Benzema terlihat sangat pemalu.
Merasa tertantang, Benzema menatap para pemain senior tersebut dan berkata dengan tegas, “Jangan tertawa, saya di sini untuk mengambil posisi kalian.” Ucapan berani tersebut terbukti bukan sekadar gertakan. Tak lama kemudian, Benzema menjadi penyerang utama Lyon dan membawa klub tersebut meraih gelar Ligue 1 secara beruntun.
4. Rahasia Perban di Tangan Kanan
Salah satu ciri khas penampilan Karim Benzema di lapangan dalam beberapa tahun terakhir adalah perban tebal yang selalu membalut tangan kanannya. Banyak fans menganggap itu hanyalah sekadar gaya atau ajimat keberuntungan, namun sebenarnya ada alasan medis di baliknya.
Pada Januari 2019, saat pertandingan La Liga melawan Real Betis, Benzema mengalami benturan keras dengan bek Marc Bartra yang menyebabkan jari kelingking tangan kanannya patah. Dokter menyarankan Benzema untuk menjalani operasi, yang membutuhkan waktu pemulihan selama dua hingga tiga bulan di luar lapangan.
Karena Real Madrid saat itu sangat membutuhkan kontribusinya di lini depan, Benzema menolak untuk langsung dioperasi pertengahan musim. Ia memilih menggunakan perban pelindung khusus agar tetap bisa bermain. Setelah musim berakhir, ia sempat menjalani operasi, namun karena jadwal pertandingan yang sangat padat dan proses pemulihan yang belum sempurna, jarinya mengalami benturan ulang. Sejak saat itu, Benzema memilih untuk terus bertanding dengan balutan perban ketat di tangannya. Uniknya, periode penggunaan perban ini justru menjadi masa-masa tersubur dalam kariernya.
5. Gemar Menjalani Terapi Bekam (Cupping Therapy)
Untuk menjaga kondisi fisiknya tetap prima di usia yang tidak muda lagi, Benzema menerapkan metode pemulihan yang tradisional namun terbukti secara ilmiah, yaitu terapi bekam atau cupping therapy.
Sebagai seorang Muslim yang taat, Benzema sering membagikan momen saat ia menjalani terapi bekam di akun media sosial pribadinya. Ia percaya bahwa terapi ini sangat efektif untuk memperlancar sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan mempercepat pemulihan setelah pertandingan berintensitas tinggi. Disiplin dalam menjaga kebugaran tubuh inilah yang membuatnya mampu bermain di tingkat tertinggi hingga usia 30-an.
6. Rekor Pencetak Gol Tercepat di El Clasico
Pertandingan El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona merupakan salah satu laga paling panas dan bergengsi di dunia. Dalam sejarah panjang persaingan kedua klub tersebut, Karim Benzema memegang rekor sebagai pencetak gol terpesat di El Clasico pada abad ke-21.
Pada 10 Desember 2011, dalam laga yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Benzema berhasil membobol gawang Barcelona yang dikawal Victor Valdes saat pertandingan baru berjalan 21 detik. Gol kilat ini memanfaatkan kesalahan antisipasi kiper Barcelona dan menjadi rekor gol tercepat dalam sejarah El Clasico modern.
7. Koleksi Mobil Mewah dan Kegemaran Otomotif
Di luar lapangan, Karim Benzema adalah seorang penggemar berat dunia otomotif dan kolektor mobil super (hypercar). Garasi pribadinya bernilai ratusan miliar rupiah dan diisi oleh beberapa mobil paling langka di dunia.
Koleksinya yang paling menonjol antara lain Bugatti Chiron bernilai puluhan miliar rupiah, Bugatti Veyron Pur Sang yang hanya diproduksi 5 unit di seluruh dunia, Ferrari F8 Tributo, Lamborghini Aventador, serta Rolls-Royce Cullinan. Bagi Benzema, mengoleksi mobil mewah bukan sekadar bentuk pamer kekayaan, melainkan sebuah passion terhadap keindahan mesin dan kecerdasan rekayasa otomotif.
8. Hubungan Dekat dengan Zinedine Zidane
Hubungan antara Karim Benzema dan Zinedine Zidane melampaui sekadar hubungan antara pemain dan pelatih. Keduanya memiliki banyak kesamaan: sama-sama keturunan Aljazair, tumbuh besar di Prancis, dan menjadi legenda di Real Madrid.
Zidane bertindak sebagai mentor pribadi bagi Benzema sejak Zidane menjadi direktur olahraga hingga diangkat menjadi pelatih kepala Real Madrid. Ketika Benzema mendapatkan kritikan tajam dari media Spanyol pada periode-periode sulitnya, Zidane selalu menjadi sosok pertama yang membela dan memutuskannya tetap menjadi pilihan utama di lini depan. Benzema sering menyebut Zidane sebagai sosok yang sudah dianggap seperti kakak dan mentor terbesarnya dalam karier profesional.
9. Kolektor Jam Tangan Mewah dan Penggemar Fesyen
Selain otomotif, Benzema dikenal sebagai salah satu pesepak bola dengan selera fesyen paling tinggi (fashion-forward). Ia sering menghadiri acara-acara fesyen kelas dunia dan berkolaborasi dengan rumah mode ternama seperti Balenciaga, Gucci, dan Jean Paul Gaultier.
Benzema juga merupakan kolektor jam tangan langka bernilai fantastis. Salah satu koleksi paling ikonik miliknya adalah jam tangan Richard Mille RM 65-01 Automatic Split-Seconds Chronograph. Jam tangan mewah yang terbuat dari bahan karbo TPT ini ia kenakan saat menghadiri malam penganugerahan Ballon d’Or 2022 di Paris, menegaskan citra dirinya sebagai atlet yang elegan dan berkelas.
10. Pemain dengan Jumlah Trophy Terbanyak dalam Sejarah Real Madrid
Banyak fans sepak bola mengetahui bahwa Benzema memenangkan banyak gelar bersama Real Madrid, namun tidak banyak yang menyadari skala pencapaiannya secara rinci. Benzema memegang rekor sebagai pemain dengan koleksi piala terbanyak dalam sejarah Real Madrid, sejajar dengan Marcelo.
Selama 14 musim membela Los Blancos dari tahun 2009 hingga 2023, Benzema berhasil mengumpulkan total 25 trofi resmi. Koleksi trofinya mencakup 5 gelar Liga Champions UEFA, 4 gelar La Liga, 5 Piala Dunia Antarklub FIFA, 4 Piala Super Eropa, 3 Copa del Rey, dan 4 Piala Super Spanyol. Rekor ini menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar yang pernah mengenakan jersey putih khas Real Madrid.
Kesimpulan
Karim Benzema adalah sosok yang kompleks dan penuh warna, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau. Di balik tumpukan rekor dan deretan gelar juara yang ia raih, fakta-fakta unik mengenai latar belakang keluarganya, mentalitas baja sejak usia muda, ritual pemulihan fisik, hingga selera tingginya terhadap fesyen dan otomotif menunjukkan sisi manusiawi dari sang bintang. Dedikasi, kerja keras, dan ketangguhan mentalnya dalam menghadapi berbagai dinamika karier telah membawanya dari kawasan pinggiran Lyon menuju puncak tertinggi dunia sepak bola sebagai peraih Ballon d’Or.
penulis : milinda z